Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah: Terseret Arah Fed, Optimisme Investor Mulai Pudar

📅 Senin, 03 Nov 2025, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah: Terseret Arah Fed, Optimisme Investor Mulai Pudar Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah melemah seiring meredanya optimisme investor terhadap potensi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Pasar mulai menyesuaikan ekspektasi bahwa kebijakan moneter AS akan tetap ketat lebih lama dari perkiraan sebelumnya akibat data ekonomi yang masih kuat.

Kondisi ini mendorong aliran modal kembali ke aset berdenominasi dolar AS, sehingga menekan mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Meskipun fundamental domestik relatif stabil, sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan yang membatasi penguatan rupiah dalam jangka pendek.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (3/11) sore, melemah sebesar 45 poin atau 0,27 persen menjadi Rp16.676 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.631 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada hari ini juga melemah di level Rp16.664 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.625 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap pelemahan rupiah dipengaruhi pernyataan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell yang meredam optimisme investor terkait potensi pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

“Meskipun Federal Reserve telah memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis points (bps) pekan lalu, namun komentar Ketua Fed Jerome Powell bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut bukanlah sesuatu yang pasti,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (3/11).

Nada kehatian-hatian yang disuarakan oleh pejabat The Fed lainnya, telah mendorong pasar untuk mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga lagi pada bulan Desember 2025.

Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid menyampaikan bahwa sektor pekerjaan masih stabil dan inflasi AS masih tinggi.

Begitu pula dengan Presiden Federal Reserve Bank Dallas Lorie Logan yang menyinggung hal serupa, dan menentang pemangkasan suku bunga The Fed apabila inflasi tak menurun.

Adapun Presiden Fed Cleveland Beth Hammack menyatakan, suku bunga tinggi masih diperlukan untuk menurunkan suku bunga.

Sentimen lain berasal dari penutupan pemerintah AS yang telah memasuki pekan kelima.

Para senator AS dijadwalkan untuk kembali bersidang pada hari ini, tetapi perundingan tetap mandek kendati Presiden AS Donald Trump mendesak Partai Republik untuk mengakhiri filibuster (taktik parlementer untuk menunda atau mencegah pemungutan suara terhadap Rancangan Undang-Undang/RUU) guna mendorong RUU Pendanaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
AS Konfirmasi Dua Orang Men...

Gonzalo Garcia Resmi Dikontrak Fulham dari Real Madrid

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Gonzalo Garcia Resmi Dikont...
Ekonomi
Menanti Sinyal The Fed, 4 A...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.