Kemensos Siapkan Lulusan Sekolah Rakyat Siap Bekerja di Luar Negeri
📅 Senin, 03 Nov 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Kementerian Sosial menyiapkan siswa Sekolah Rakyat agar memiliki kompetensi dan kesiapan kerja, termasuk bagi mereka yang berminat menjadi pekerja migran Indonesia di luar negeri yang terampil dan terlindungi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/11), mengatakan langkah itu melalui kerja sama antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk memperkuat pendidikan vokasi dan pembekalan prakerja siswa.
“Kami ingin memastikan siswa Sekolah Rakyat tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan kerja. Bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri, akan disiapkan pelatihan tambahan, terutama di bidang bahasa dan keterampilan teknis,” kata dia didampingi Menteri P2MI Mukhtarudin.
Ia mengatakan saat ini terdapat 166 titik Sekolah Rakyat beroperasi di berbagai daerah dengan jenjang SD, SMP, hingga SMA atau sederajat. Sebanyak 6.700 siswa kini menempuh pendidikan tingkat SMA, sedangkan angkatan pertama diharapkan lulus pada 2028.
Ia menjelaskan setelah lulus, mereka akan diarahkan sesuai minat dan bakatnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bagi yang ingin kuliah tentu akan dibimbing sampai ke perguruan tinggi, sementara bagi yang ingin bekerja akan diperkuat dengan pendidikan vokasi,” katanya.
Kemensos juga akan bekerja sama dengan P2MI untuk memasukkan modul pembelajaran khusus terkait dengan pekerja migran ke dalam kurikulum Sekolah Rakyat.
Dia mengharapkan edukasi ini membantu siswa memahami peluang dan tantangan bekerja di luar negeri secara aman dan legal.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini penting agar siswa memahami proses dan perlindungan yang tersedia bagi pekerja migran Indonesia,” ujarnya.
Ia mengatakan kolaborasi tersebut juga bertujuan memetakan siswa yang memiliki minat bekerja di luar negeri agar dapat diarahkan pada jalur pendidikan dan sertifikasi yang sesuai dengan standar internasional.
“Dengan adanya peta pelatihan dan penempatan dari P2MI, kita bisa menyiapkan siswa sejak dini agar menjadi pekerja yang terampil, kompeten, dan berdaya saing tinggi di dunia internasional,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!