Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ancam Perairan Kabupaten Kepulauan Talaud

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 19:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ancam Perairan Kabupaten Kepulauan Talaud Doc: Antara Foto
Ket. Tinggi gelombang di sejumlah perairan Sulut dan sekitarnya diperkirakan 2,5 - 4,0 meter. Warga diharapkan berhati-hati.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingat warga mewaspadai gelombang setinggi empat meter di perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 6 November 2025," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror di Manado, Minggu.

Ricky mengatakan, terpantau adanya siklon tropis 'Kalmaegi' di Samudra Pasifik Utara sebelah Timur Filipina dengan kecepatan angin maksimum sekitar 45 knot (83 kilometer/jam) dan tekanan udara minimum 998 hPa.

Angin dominan dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6 - 25 knot.

Kecepatan angin maksimum berpotensi terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dapat meningkatkan potensi gelombang tinggi di wilayah tersebut.

Tinggi gelombang antara 1,25 - 2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di wilayah perairan selatan Sulawesi Utara, perairan Minahasa Utara, perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro).

Selanjutnya, wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud,
Laut Sulawesi dan Laut Maluku.

Warga diharapkan mewaspadai risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran, misalkan perahu nelayan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Kapal tongkang, memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Sementara, kapal Feri, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar memperhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.