Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Labore Luncurkan Layanan Pemeriksaan Microbiome Kulit Pertama di Asia Tenggara

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 20:15 WIB | Oleh:
Labore Luncurkan Layanan Pemeriksaan Microbiome Kulit Pertama di Asia Tenggara Doc: Labore
Ket. Revata Utama, BSc. (Hons), selaku Founder dan CEO Nusantics dan dr. Sari Chairunnisa, Sp.DVE., selaku FINSDV, Founder Labore pada sesi penandatangan MOU di sela kegiatan konferensi Labore Dermalab: The 1st Skin MCU (Microbiome Check-Up) in Southeast Asia, yang berlangsung di Jakarta pada hari Kamis (30/10).

JAKARTA – Labore, jenama dermatologi terkemuka berbasis sains, hari ini memperkenalkan inisiatif terbarunya “Labore Dermalab: The 1st Skin MCU (Microbiome Check-Up) in Southeast Asia for your personalized dermatological care.” Hal ini disebut sebagai sebuah langkah revolusioner dalam memahami kondisi kulit masyarakat Indonesia secara lebih personal, ilmiah, dan menyeluruh. 

Laborea Dermalab hadir sebagai pengalaman edukatif yang komprehensif untuk memahami berbagai jenis dan permasalahan kulit secara personal. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 30 Oktober – 2 November 2025 di atrium Senayan City, Jakarta.

Founder Labore dr. Sari Chairunnisa, Sp.DVE., FINSDV menyampaikan, microbiome adalah kunci utama kesehatan kulit, dan setiap orang memiliki komposisi mikrobioma yang berbeda. Karena itu, Labore menghadirkan pemeriksaan MCU (Microbiome Check-Up) kulit pertama di Asia Tenggara, agar masyarakat bisa memahami kondisi kulitnya secara lebih mendalam.

“Melalui teknologi hasil kolaborasi dari researcher dan dermatologis di dalam dan luar negeri -  kita tidak hanya dapat mengenali jenis kulit, tapi juga mengetahui keseimbangan mikrobioma yang berperan penting dalam daya tahan kulit,” kata dia melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (30/10).

Sebagai bagian dari rangkaian pemeriksaan Microbiome Check-Up (MCU) kulit, Labore memperkenalkan Labore Microbiome Balance Analyzer alat diagnosis kulit yang dikembangkan dan diverifikasi oleh dermatolog global untuk mengidentifikasi kondisi kulit secara presisi, termasuk keseimbangan mikrobioma-nya.

“Untuk memastikan analisis yang komprehensif, Labore melibatkan keahlian berbagai dermatolog klinis dan subspesialis, meliputi dermatologi estetik, pediatrik, immunodermatology, hingga dermatologi alergi - sehingga hasil pemeriksaan mampu memberikan pemahaman menyeluruh tentang kesehatan kulit setiap individu,” terangnya.

Labore juga berkolaborasi dengan instansi bioteknologi yang berfokus pada inovasi berbasis mikrobioma yaitu Nusantics. Pasalnya teknologi microbiome decoding yang dimiliki dapat memetakan kondisi kulit setiap individu, sehingga dermatologist memiliki wawasan yang lebih akurat.

“Teknologi microbiome decoding dapat memetakan kondisi kulit setiap individu, sehingga dermatologist memiliki insight yang lebih akurat untuk memberikan rekomendasi perawatan spesifik untuk setiap orang,” ungkap Revata Utama, BSc. (Hons), Founder dan CEO Nusantics.

Masa Depan Kesehatan Kulit

Urgensi pemeriksaan mikrobioma sebagai langkah preventif dalam perawatan kulit disampaikan dr. Ayman Alatas, Sp.MK, LABORÈ Microbiome Science Council. Keseimbangan mikrobioma kulit berperan besar dalam menjaga daya tahan alami kulit. Ketika keseimbangannya terganggu, berbagai masalah seperti jerawat, eksim, dan sensitivitas bisa muncul.

“Melalui analisis microbiome check up yang mendalam, masyarakat dapat mengenali kondisi ini lebih awal agar bisa dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan kulit yang lebih serius,” paparnya.

Hal tersebut sejalan dengan pandangan para pakar global yang melihat teknologi berbasis mikrobioma sebagai masa depan dunia dermatologi. dr. Luke Maxfield, Labore Global Derma Advisory Council, menuturkan, teknologi mikrobioma adalah salah satu topik paling hangat dalam dunia perawatan kulit saat ini.

“Pendekatan ini efektif karena bekerja langsung pada akar permasalahan yaitu mengembalikan keseimbangan alami kulit. Penting untuk diingat, keseimbangan mikrobioma bukan hanya penting untuk wajah, tetapi juga untuk seluruh tubuh,” ucapnya.

“Melalui Labora Dermalab dan rangkaian produk yang ada, Labore ingin membawa akses perawatan kulit dari dermatologist ke lebih banyak orang untuk berbagai kondisi kulit. Ini bukan sekadar inovasi, tetapi langkah menuju masa depan kesehatan kulit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.