Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Pangkalpinang Jadikan Hutan Wisata Tua Tunu Pusat Penelitian Tanaman Endemik

📅 Sabtu, 01 Nov 2025, 10:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Pangkalpinang Jadikan Hutan Wisata Tua Tunu Pusat Penelitian Tanaman Endemik Doc: ANTARA
Ket. PT Pelindo Pangkalbalam bersama Dinas Lingkungan Hidup Pangkalpinang melakukan penanaman pohon peneduh di Hutan Wisata Tua Tunu Pangkalpinang.

PANGKALPINANG - Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadikan Hutan Wisata Tua Tunu pusat penelitian tanaman endemik di Pulau Bangka, sebagai langkah melestarikan tanaman khas daerah itu.

"Hingga saat ini sudah banyak peneliti dari akademisi dan mahasiswa melakukan penelitian di Hutan Wisata Tua Tunu ini," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pangkalpinang Bartholomeus Suharto di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan Hutan Wisata Tua Tunu Kota Pangkalpinang ini memiliki luas 60,8 hektare dan ditumbuhi berbagai tanaman endemik Pulau Bangka Belitung seperti pohon pelawan, seruk, puspa, anggrek dan tanaman khas daerah lainnya.

Selain itu, Hutan Wisata Tua Tunu ini juga ditanami tanaman spontan seperti pohon durian, cempedak dan pohon peneduh lainnya untuk memperkaya jenis tanaman di daerah ini.

"Saat ini peneliti sedang melakukan penelitian manggis klabang yang sudah hampir punah," katanya.

Ia menyatakan tanaman manggis klabang dengan nama ilmiah Garcinia klabang miq ini sudah ratusan tahun tidak lagi ditemukan oleh peneliti dan dinyatakan sudah punah di berbagai wilayah di Indonesia.

"Penemuan tanaman langka ini tentunya diteliti lagi, guna memastikan bahwa tanaman endemik Pulau Bangka ini betul-betul manggis klabang," katanya.

Ia berharap dengan dijadikannya Hutan Wisata Tua Tunu sebagai pusat penelitian dapat melestarikan tanaman-tanaman endemik yang tumbuh di kawasan hutan ini.

"Ini sesuai fungsi hutan wisata sebagai tempat edukasi, wisata dan penelitian para peneliti serta masyarakat di daerah ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Jerman Guyur Ukraina Bantua...
Luar Negeri
Mesir Siap Turun Tangan Ban...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.