Empat Film Pendek Indonesia Diputar di MIKTA Festival Film 2025 di Jenewa
📅 Sabtu, 01 Nov 2025, 08:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Instagram
JAKARTA – Insan film Indonesia menunjukkan sejumlah karya di panggung internasional MIKTA Film Festival 2025 di Jenewa, Swiss .
Dalam ajang yang berlangsung di Gedung PBB, Palais des Nations, Jenewa, Indonesia menggelar Film Day sebagai wadah memperkenalkan karya anak bangsa kepada dunia.
Festival film ini digelar pada 27–31 Oktober 2025 dan merupakan kolaborasi lima negara anggota MIKTA: Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.
Kuasa Usaha Ad Interim PTRI Jenewa, Dubes Achsanul Habib, menyampaikan bahwa menghadirkan film Indonesia di forum PBB merupakan langkah penting untuk memperkuat diplomasi budaya. Menurutnya, film adalah bahasa universal yang mampu menghubungkan manusia tanpa batas geografis.
“Pemutaran film ini menghadirkan suara Indonesia di salah satu panggung multilateral paling bergengsi di dunia,” ujar Dubes Achsanul.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan cara ini, Indonesia memperkenalkan perspektif, nilai, serta cerita yang lahir dari pengalaman generasi muda Nusantara.
Empat film pendek yang ditayangkan pada festival ini adalah:
- “Culas”
- “Ikan Terganteng Sedunia”
- “Membicarakan Kejujuran Diana”
- “Pau Lipu”
Masing-masing film menghadirkan kisah personal dan reflektif tentang harapan, tantangan, serta realita kehidupan anak muda Indonesia—tema yang juga dirasakan generasi muda di berbagai belahan dunia. Cerita-cerita ini menjadi jembatan untuk membangun empati dan pemahaman lintas budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Diplomasi rasa
Tak hanya film, Indonesia juga menampilkan produk ekspor unggulan yang merefleksikan kekuatan ekonomi kreatif tanah air. Suasana semakin lengkap dengan sajian kudapan tradisional Nusantara seperti:
- Kue cantik manis
- Lemper
- Es cendol
Setiap hidangan membawa sentuhan hangat khas Indonesia, menghadirkan pengalaman budaya yang utuh bagi para tamu internasional.
Partisipasi Indonesia tahun ini meneruskan kesuksesan festival yang pertama kali diinisiasi pada 2023 saat Indonesia memimpin MIKTA. Lewat konsistensi ini, Indonesia menunjukkan bahwa diplomasi kini tidak hanya melalui ruang rapat diplomatik, tetapi juga melalui karya seni, rasa, dan cerita yang menginspirasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!