Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tantangan Global Meningkat, RI di KTT APEC 2025 Serukan Inklusivitas Ekonomi Hadapi Krisis Dunia

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 17:12 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ia mengatakan Indonesia konsisten mendukung peran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai pilar utama perdagangan multilateral yang berbasis pada aturan (rules-based).

Indonesia mendukung berbagai upaya kolektif untuk memulihkan sistem penyelesaian sengketa dengan cara menggerakkan kembali badan banding WTO.

Menurut dia, kredibilitas WTO bertumpu pada pemeliharaan dialog yang terbuka, kepastian aturan dan kepercayaan antaranggota. Konsensus tetap menjadi elemen penting bagi legitimasi dan inklusivitas WTO.

"Sementara itu, inisiatif plurilateral yang terbuka dan inklusif harus bersifat melengkapi multilateralisme, bukan menggantikannya,” kata Mendag Busan.

Untuk itu, Mendag Busan menyampaikan, Indonesia mendukung peran kepemimpinan APEC dalam memperkuat multilateralisme. Indonesia juga siap bekerja sama dengan APEC untuk mewujudkan kerja sama multilateral yang seimbang dan substantif melalui Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke- 14 WTO di Kamerun pada 2026.

“Indonesia juga mendorong agar pembahasan yang telah dimulai sejak KTM ke-13 terus dilanjutkan, termasuk di bidang pertanian, subsidi perikanan, niaga elektronik (e-commerce), dan reformasi WTO,” kata Mendag Budi Santoso.

Sesi Kedua Pertemuan Tingkat Menteri APEC mengambil tema “Connect”. Sesi itu mendiskusikan prioritas kebijakan APEC untuk memperkuat ketahanan rantai pasok dan memanfaatkan teknologi baru seperti AI yang mendukung fasilitasi perdagangan.

Sesi itu juga membahas peran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan APEC dalam menghadapi fragmentasi rantai pasok global.

Sebelum berlangsung sesi kedua, Menteri Luar Negeri Korea Duta Besar Cho Hyun dan Menteri Perdagangan Korea Han-Koo Yeo membuka Pertemuan Tingkat Menteri APEC, dilanjutkan dengan sesi pertama yang mengusung tema “Innovate and Prosper”.

Pada sesi tersebut, hadir Menteri Luar Negeri RI Sugiono. Sesi pertama mendiskusikan langkah APEC dalam memanfaatkan peluang, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus mengatasi tantangan regional bersama para menteri APEC lainnya.

Upaya ini ditempuh melalui kerja sama digital yang mencakup pemanfaatan AI, serta dinamika demografi dan industri kreatif.

Total perdagangan Indonesia dengan APEC pada 2024 mencapai 380,04 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke APEC tercatat sebesar 195,01 miliar dolar AS. Sedangkan impor Indonesia dari APEC sebesar 185,04 miliar dolar AS. Indonesia mencatatkan surplus terhadap APEC sebesar 9,97 miliar dolar AS.

Produk-produk unggulan ekspor Indonesia ke kawasan APEC, antara lain, besi dan baja, mesin kelistrikan, minyak nabati dan hewani, nikel dan turunannya, dan kendaraan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.