Tantangan Global Meningkat, RI di KTT APEC 2025 Serukan Inklusivitas Ekonomi Hadapi Krisis Dunia
📅 Jumat, 31 Okt 2025, 17:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden.
JAKARTA – Tantangan global seperti perubahan iklim, krisis ekonomi, dan pandemi membutuhkan kerja sama dari seluruh negara dan pemangku kepentingan. Pendekatan inklusif memastikan semua pihak, termasuk kelompok yang terpinggirkan, terlibat dalam diskusi dan pengambilan keputusan, sehingga memperkuat kolaborasi dan ketahanan kolektif.
Pembangunan berkelanjutan yang sejati harus memberikan akses dan kesempatan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Inklusivitas memastikan bahwa manfaat pembangunan dirasakan oleh semua orang, mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, yang jika dibiarkan dapat menjadi penghalang bagi kemajuan global.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso menekankan pentingnya prinsip inklusivitas dalam forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) guna memperkuat kolaborasi dan ketahanan ekonomi kawasan dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
"Kita perlu mengatasi tantangan seperti ketimpangan akses, kesenjangan infrastruktur dan kebutuhan tata kelola data yang baik. Kita juga perlu memperkuat kerja sama dan konektivitas serta memastikan tidak ada ekonomi yang tertinggal," kata Mendag Budi Santoso dalam Sesi Kedua Pertemuan Tingkat Menteri APEC di Gyeongju, Korea Selatan (Korsel), sebagaimana keterangan di Jakarta, Jumat (31/10).
Pertemuan Tingkat Menteri APEC di Gyeongju menjadi bagian dari Rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC Economic Leaders Week) pada 29 Oktober hingga 1 November 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Budi menyampaikan Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik perlu terus menjunjung prinsip inklusivitas dalam merespons tantangan ekonomi global saat ini.
Hal itu menjadi penting untuk memastikan semua ekonomi APEC terus berkembang bersama-sama tanpa ada yang tertinggal.
Oleh karena itu, berbagai strategi untuk memastikan APEC tetap relevan dalam ekonomi global harus terus diiringi upaya mengatasi kesenjangan antar-Ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Upaya untuk menjembatani kesenjangan pembangunan harus tetap menjadi prioritas bersama investasi pada infrastruktur digital, pembangunan kapasitas dan peningkatan keterampilan tenaga kerja,” kata Mendag.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi global yang berangsur pulih tetap dihadapkan pada tantangan seperti ketegangan geopolitik, perubahan iklim, serta fragmentasi rantai pasok.
Meskipun begitu, tantangan dalam pertumbuhan ekonomi juga membawa peluang transformasi yang dapat dimanfaatkan semua ekonomi APEC.
“Kita dapat memanfaatkan momentum ini untuk berinvestasi pada industri hilir, memperkuat ekonomi hijau, serta memanfaatkan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI)," ucapnya.
Dikatakan pendekatan APEC terhadap AI harus bersifat inklusif dan hati-hati dengan mempertimbangkan perbedaan kondisi serta tingkat kesiapan ekonomi APEC.
Mendag Busan juga menyampaikan sikap Indonesia terkait risiko kian meningkatnya fragmentasi rantai pasok yang mengubah tatanan perdagangan global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!