Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disperindag Lombok Tengah: Ratusan Warga Mulai Diberi Pelatihan Cara Membuat Rokok

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 09:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Disperindag Lombok Tengah: Ratusan Warga Mulai Diberi Pelatihan Cara Membuat Rokok Doc: ANTARA
Ket. Kepala bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Baiq Yuliana Sapriani, di Lombok Tengah, Jumat (31/10/2025).

Lombok Tengah – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan ratusan warga di lingkar Sentral Industri Hasil Tembakau (SIHT) mulai diberikan pelatihan untuk bagaimana mengelola atau membuat rokok.

Pelatihan ini untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bekerja di Sentral Industri Hasil Tembakau yang ada di Desa Barebali Kecamatan Batukliang, kata Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah Baiq Yuliana Sapriani di Lombok Tengah, Jumat (31/10).

Ia mengatakan untuk mempersiapkan SDM di SIHT ini, pemerintah daerah memberikan pelatihan sekitar 200 warga yang terdiri dari 70 persen masyarakat dari Desa Barabali dan sisanya dari masyarakat sekitar seperti Desa Mantang, Pagutan dan lainnya.

“Sudah tujuh angkatan yang kami latih dengan harapan ketika SIHT sudah beroperasi dengan datangnya mitra atau perusahaan untuk produksi rokok maka SDM kita sudah siap," katanya.

"Sehingga tidak ada alasan lagi nantinya perusahaan di SIHT ketika menyerap tenaga kerja untuk mengambil dari luar,” katanya.

Lebih jauh disampaikan bahwa perusahaan atau mitra yang bergabung di SIHT ini nantinya harus menggunakan brand atau merek rokok yang baru, sehingga perusahaan rokok yang sudah memiliki brand tidak bisa memasukkan dan harus membuat brand baru.

“Saat ini yang sudah mencoba menghubungi kita ada sekitar empat perusahaan. Ada perusahaan lokal dari Praya Timur, kemudian ada juga dari luar daerah seperti Sidoarjo Jawa Timur. Kami juga sudah melakukan kunjungan mencari investor ke Tulung Agung,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk melanjutkan proyek pembangunan sentral industri hasil tembakau yang ada di Desa Barebali, Kecamatan Batukliang di 2025.

"Tahun ini disiapkan anggaran Rp3 miliar untuk menyelesaikan SIHT tersebut," katanya.

Ia mengatakan anggaran Rp3 miliar tersebut digunakan untuk penataan halaman atau pengerjaan aspal, pemasangan CCTV dan mebeler.

"Setelah itu selesai dikerjakan, baru bisa dioperasikan," katanya.

Proses pembangunan SIHT untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat itu menggunakan sistem multi year, sehingga anggaran yang dialokasikan itu dilakukan secara bertahap sejak 2022, 2023 dan 2024 serta 2025.

Pada 2022 alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan gedung pelelangan. Kemudian pada 2023 alokasi anggaran Rp4,3 miliar untuk pembangunan gedung produksi dan kantor pengelola.

Sedangkan pada 2024 dialokasikan Rp5 miliar untuk pembangunan gedung bea cukai dan tembok keliling.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.