Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS–Tiongkok Akur, Ekonom: Indonesia Harus Siap Hadapi ‘Gelombang Barang Murah

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 16:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS–Tiongkok Akur, Ekonom: Indonesia Harus Siap Hadapi ‘Gelombang Barang Murah Doc: ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri Tiongkok.
Ket. Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Busan, Korea Selatan pada Kamis (30/10).

JAKARTA – Penurunan tarif dagang AS-Tiongkok dapat meredakan ketegangan dan menstabilkan ekonomi global, serta membuka peluang bagi negara lain seperti Indonesia untuk meningkatkan posisinya sebagai pemasok alternatif.

Namun, penurunan ini juga meningkatkan kekhawatiran di kalangan negara berkembang, seperti Indonesia, karena dapat memperketat persaingan ekspor di pasar AS, karena produk Tiongkok menjadi lebih kompetitif meskipun masih dikenakan tarif yang tinggi.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menyoroti dampak dari turunnya tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) terhadap Tiongkok, yang dapat berpengaruh kepada Indonesia.

Faisal saat dihubungi di Jakarta, Jumat (31/10), mengatakan penurunan tarif AS terhadap Tiongkok dari 57 persen ke 47 persen, akan menambah persaingan negara-negara produsen selain Negeri Tirai Bambu.

“Termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, negara-negara peer countries di Asia Tenggara yang sekarang itu (dikenakan tarif AS) di kisaran 19-20 persen,” kata Faisal.

Meskipun tarif yang dikenakan AS terhadap Tiongkok masih dua kali lipat lebih tinggi daripada Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya, Faisal menilai Tiongkok masih memiliki posisi tawar yang tinggi sebagai salah satu negara produsen terbesar di dunia.

“Walaupun masih dua kali lipatnya, tapi Tiongkok dengan kondisi seperti sekarang masih punya bargaining power yang kuat dari sisi competitiveness produknya, karena dari tarif dasar, dari Tiongkok (masih) sangat murah,” ujar Faisal.

“Jadi artinya walaupun dikenakan tarif resiprokal 47 persen dan yang lain mungkin kisaran 19-20 persen, sangat mungkin produk Tiongkok di harga di end-user atau end-consumer-nya di Amerika bisa jadi tetap bisa lebih murah atau paling tidak bersaing,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara menilai dengan meredanya tensi antara AS dengan Tiongkok bisa membuat Indonesia kehilangan prospek relokasi industri dari Tiongkok.

“Pun selama ini dengan tarif yang tinggi kan beberapa perusahaan relokasinya dari Tiongkok ke Vietnam, Malaysia, Thailand, Kamboja. Jadi Indonesia harus cepat simak momentum sebelum tarif produk Amerika dan Tiongkok ini semakin menurun,” ujar Bhima.

Selain itu, ia mengatakan penting juga bagi Indonesia untuk memperkuat posisi tawarnya kepada AS dalam proses negosiasi tarif yang tak kunjung final.

“Soal negosiasi tarif 19 persen ini masih banyak hal yang harus didetilkan dan dibahas. Jadi posisinya sebenarnya masih banyak yang wait and see, (termasuk) investor, eksportir dan importir itu masih banyak yang wait and see. Termasuk apakah Indonesia jadi menghapus TKDN, kemudian kuota impor, itu pun masih menjadi banyak pertanyaan,” kata Bhima.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan total beban tarif dagang Tiongkok turun dari 57 persen menjadi 47 persen. Hal ini ia sampaikan setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan, Kamis (30/10).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Bekasi Gelar Operasi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

06 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.