Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penguatan Kapasitas Daerah Didorong Wamenekraf untuk Wujudkan Ekonomi Restoratif

📅 Kamis, 30 Okt 2025, 17:41 WIB | Oleh:
Penguatan Kapasitas Daerah Didorong Wamenekraf untuk Wujudkan Ekonomi Restoratif Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberi sambutan pada kegiatan Belajar Silang Lintas Sektor untuk Ekonomi Restoratif / Pertanian Regeneratif / Ekonomi Kreatif dan Inovasi Berbasis Desa dan Pemberdayaan Perempuan yang berlangsung di Kampus Bambu Komodo, Labuan Bajo, Selasa (23/10).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan pentingnya penguatan kapasitas daerah guna mewujudkan ekonomi restoratif dan berkelanjutan untuk membangun ekosistem yang self-sustaining atau mandiri di setiap wilayah.

“Sejak awal, Kementerian Ekonomi Kreatif percaya bahwa pembangunan harus berangkat dari daerah. Kalau bisa dimulai dari desa, hasilnya akan jauh lebih kuat. Indonesia terlalu luas untuk hanya terpusat di kota-kota besar,” ujar Wamenekraf Irene dalam keterangan pers, Kamis (30/10).

Irene menambahkan, prinsip kemandirian juga perlu diterapkan dalam pengelolaan energi dan sumber daya alam dengan mendorong setiap daerah mengidentifikasi tiga potensi unggulan yang menjadi kekhasan lokal yang mencakup potensi manusia, budaya, dan sumber daya alam.

Pentingnya pemetaan aset daerah ini agar arah pengembangan ekonomi kreatif di daerah lebih terarah dan berdampak.

Jika tiap daerah mengenali dan mengembangkan potensinya, hal itu akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari daerah, sejalan dengan program prioritas yang tertuang dalam Asta Cita Ekraf.

"Kemandirian pangan bukan berarti harus berskala nasional. Itu dimulai dari tingkat terkecil—dari rumah, desa, kota, hingga provinsi—baru akhirnya menjadi kekuatan nasional. Negara kita ini sangat kaya, tapi seringkali kita tidak menghargai kekayaan sendiri," kata Irene.

Lebih lanjut, Wamenekraf Irene menegaskan pentingnya story-nomics atau ekonomi berbasis narasi agar produk kreatif Indonesia dapat dikenal di pasar global dan sebagai wujud menghargai diri dan lingkungan.

Dia mengapresiasi kegiatan Kampus Bambu Komodo yang digagas oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Irene menyoroti peran perempuan sebagai motor penggerak rumah tangga dan ekonomi komunitas, juga inovasi sepeda bambu karya masyarakat lokal sebagai simbol kolaborasi dan kreativitas lintas sektor.

"Kegiatan ini bukan hanya tentang produk bambu, tetapi tentang kepercayaan dan kolaborasi. Kita perlu mendengar langsung dari masyarakat, karena tanpa memahami masalah di lapangan, solusi tidak akan lahir. Mari kita terbuka, berkolaborasi, dan bergerak bersama,” imbuhnya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi sektor ekonomi kreatif dalam memperkuat ekosistem kreatif nasional—selaras dengan semangat Asta Cita Ekraf yang mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan ekonomi daerah, dan kemandirian berbasis potensi lokal. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.