Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panggung Maestro Sebagai Langkah Melestarikan Warisan Budaya

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 23:35 WIB | Oleh:
Panggung Maestro Sebagai Langkah Melestarikan Warisan Budaya Doc: Antara

Jakarta - Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha Djumaryo mengemukakan bahwa gelaran "Panggung Maestro" menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya serta mengapresiasi karya dan kontribusi para maestro yang terlibat.

"Panggung Maestro ini bisa kita kembangkan lagi sebagai salah satu acara yang tidak hanya tujuan utamanya melestarikan dan menghargai para maestro-maestro kita," kata Wamenbud saat ditemui usai gelaran Panggung Maestro ke-9 di Jakarta, Rabu.

Tak sekedar panggung penampilan, gelaran ini juga diharapkan menjadi media promosi serta pengenalan pada generasi muda akan kekayaan warisan budaya Nusantara.



Ia mengakui bahwa ke depan, pihaknya memiliki tantangan dalam memperkenalkan warisan budaya pada anak muda agar lebih menarik untuk dikunjungi.

Penampilan Panggung Maestro kali ini diakuinya menghadirkan penampilan yang begitu memukau. "Saya nggak tahu berapa kali saya bilang. Ya Allah keren banget. Berapa kali saya lupa," katanya.


Panggung Maestro IX adalah pergelaran seni pertunjukan tradisi Nusantara yang dipersembahkan oleh Yayasan Bali Purnati bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Museum Cagar Budaya, dan Museum Nasional Indonesia.

Panggung Maestro pertama diselenggarakan pada bulan Juli 2023 dan edisi kesembilan pada 28-29 Oktober 2025 di Museum Nasional Indonesia. Panggung Maestro kali ini menghadirkan maestro seni tradisi dari Bali dan Sumatera Barat.

Dari Bali, menghadirkan penampilan tari Gambuh Batuan oleh maestro I Made Djimat (83 tahun), I Wayan Bawa (60 tahun) serta Ni Wayan Sekarini (61 tahun).

Sementara dari Sumatera Barat menghadirkan kesenian sakral Gondang Baroguang dengan maestro Asmar (82 tahun), maestro tari piring dan suluah dan solok Asnimar (82 tahun), maestro Dendang Ernawati atau Tek E (66 tahun), maestro saluang yakni M.Halim atau Mak Lenggang (63 tahun), mastro tari buai-buai yakni Masri (71 tahun).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

9 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

14 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.