Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pria Ini Temukan Papan Selancarnya yang Hanyut 2.400 Km dari Australia ke Selandia Baru

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 18:18 WIB | Oleh:
Pria Ini Temukan Papan Selancarnya yang Hanyut 2.400 Km dari Australia ke Selandia Baru Doc: Istimewa
Ket. Alvaro Bon menemukan papan selancar yang hilang di lepas pantai Tasmania pada bulan Mei 2024, dan terdampar di pantai di Raglan, Selandia Baru bulan ini.

CANBERRA - Sebuah papan selancar yang hilang di lepas pantai Australia hampir 18 bulan lalu telah terdampar di salah satu pantai selancar paling terkenal di Selandia Baru, ribuan kilometer dari tempat terakhirnya terlihat.

Dari The Guardian, Peselancar Prancis yang berbasis di Selandia Baru, Alvaro Bon, sedang bermain selancar layang di Raglan di pantai barat Pulau Utara pada tanggal 15 Oktober, ketika layarnya tersangkut di air dan ia mulai hanyut ke laut.

Saat ia ditarik arus, ia melihat sesuatu yang berkilau di bukit pasir di ujung utara pantai.

“Saya melepaskan layang-layang saya dan mulai mendayung menuju [pantai] … dan di sanalah saya menemukan papan.”

Papannya agak menguning, tetapi memiliki lapisan lilin yang tampak baru dan kondisinya relatif baik, ujar Bon kepada Guardian. Bon tahu papan itu buatan tangan dan dibentuk untuk ombak yang lebih besar, tetapi ia tidak mengenali mereknya.

“Lalu saya membaliknya dan ternyata isinya teritip dan kerang.”

Saat itulah ia menyadari itu mungkin berasal dari Pulau Selatan atau Australia.

"Saya tahu arusnya dan itu pasti mungkin. Ketika saya membawanya kembali, semua teman selancar saya sangat bersemangat, semua orang sangat gembira."

Papan itu tergeletak di kebunnya selama beberapa hari hingga bau teritip dan kerang yang membusuk mendorongnya untuk membersihkannya.

“Saya mulai benar-benar memperhatikannya dan menyadari ada cerita di baliknya dan harus mencari pemiliknya.”

Bon mengunggah foto papan dan pesan yang meminta bantuan untuk mengidentifikasi pemiliknya di grup selancar Australia dan Afrika Selatan di Facebook, lalu pergi berselancar. Saat ia memeriksa ponselnya dua jam kemudian, postingannya sudah tersebar luas, membuat para peselancar di seluruh dunia berspekulasi tentang asal-usul dan kepemilikannya.

Di antara ribuan pesan tersebut, terdapat satu pesan yang mengidentifikasi pemilik papan sebagai seorang pria bernama Liam, yang kehilangan papan itu selama perjalanan dengan perahu di lepas pantai Tasmania – sekitar 2.400 km dari Raglan – pada tanggal 10 Mei 2024.

Bon dan Liam segera dihubungkan.

"Liam tak percaya," kata Bon. "Dia bilang itu salah satu papan favoritnya... dan dia sangat merindukannya."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.