Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Generasi Milenial dan Gen Z: Mobilitas Karier Tinggi, Loyalitas Rendah di Dunia Kerja

📅 Senin, 27 Okt 2025, 10:47 WIB | Oleh: Tim Penulis

Apalagi generasi Y dan Z yang cenderung menempatkan kepentingan pribadi di atas loyalitas organisasi, sehingga ketika nilai individu tidak sejalan dengan perusahaan, keputusan untuk keluar lebih cepat diambil.

"Tentu saja, ini berbahaya karena melemahkan kohesi tim, budaya organisasi, serta keberlangsungan strategi jangka panjang, termasuk ketersediaan talenta internal untuk suksesi kepemimpinan," jelas dia lagi.

Generasi milenial dan Z cenderung tidak terlalu mau berkarya jangka panjang, jika nilai-nilai yang dianut tidak sama dengan perusahaannya.

Hasil studi yang dilakukannya, menunjukkan penerapan kerja hibrida dapat berpengaruh positif signifikan pada komitmen generasi Y dan Z. Sejumlah responden melaporkan peningkatan keseimbangan hidup, fleksibilitas, serta kenyamanan kerja meskipun kebijakan perlu memastikan keadilan bagi yang tidak dapat bekerja hibrida. Preferensi tersebut juga dipengaruhi kondisi metropolitan Jakarta, khususnya kemacetan, sehingga kerja hibrida dinilai efisien dan hemat biaya.

Meski demikian, sistem kerja itu juga memiliki tantangan diantaranya, kelelahan karyawan kerap muncul akibat kaburnya batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, beban kerja berlebih, serta tekanan dari penggunaan teknologi yang intens, ditambah minimnya dukungan sosial yang memicu rasa isolasi.

Tantangan berikutnya yakni hambatan komunikasi menjadi masalah utama, mulai dari ketimpangan informasi antara pekerja remote dan on-site, potensi kesalahpahaman akibat komunikasi berbasis teks, hingga melemahnya rasa kebersamaan yang berdampak pada kolaborasi tim.

Selanjutnya, adaptasi tenaga kerja masih menjadi kendala karena resistensi terhadap perubahan, kesenjangan generasi dalam menguasai teknologi, serta keterbatasan akses fasilitas digital yang mengurangi efektivitas kerja.

Sumber Daya Manusia

Menurut dia, sistem kerja hibrida bukan sekadar tren, melainkan strategi berkelanjutan untuk menjaga kesejahteraan, komitmen, dan keberlanjutan karyawan lintas generasi. Namun perlu dibuat regulasi dari pemerintah terkait sistem kerja hibrida tersebut.

Sylvia Diana Purba menyelesaikan pendidikan sarjana pada program studi Ilmu Manajemen Universitas Sumatera Utara, kemudian meraih gelar magister dari Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia dan gelar doktor dari Ilmu Manajemen Universitas Diponegoro.

Guru besar dengan kepakaran sumber daya manusia itu memulai karier sebagai dosen tetap FEB UAJ sejak 1995. Penelitiannya fokus pada bidang sumber daya manusia, dengan riset terbaik terkait penggunaan kecerdasan buatan dengan moderasi FOMO pada persepsi produktivitas dengan studi pada gen Z di Jakarta. Kiprahnya di dunia pendidikan secara konsisten tercermin melalui berbagai riset, publikasi ilmiah, buku, serta forum akademik di tingkat nasional dan internasional.

Rektor Unika Atma Jaya, Prof Dr dr Yuda Turana Sps(K), menyampaikan apresiasi pada Sylvia dan berharap dapat menjadi teladan bagi sivitas akademika lainnya.

"Senantiasa memberikan teladan dan semangat bagi kita semua untuk memajukan Unika Atma jaya melalui prestasi akademik di tingkat nasional dan global," harap Yuda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Sebanyak 3.761 Personel Gab...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Momentum Perkuat Wisata Dalam Negeri
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.