Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Donggala Berbenah, KKP Wujudkan Kampung Nelayan Mandiri dari Pesisir

📅 Minggu, 26 Okt 2025, 23:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Donggala Berbenah, KKP Wujudkan Kampung Nelayan Mandiri dari Pesisir Doc: ANTARA FOTO/ Andry Denisa
Ket. KArsip foto - Foto udara kampung warna warni di Kelurahan Tondonggue, Kecamatan Nambo, Kendari, Sulawesi Tenggara.

DONGGALA – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sangat penting karena bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan, terutama yang miskin ekstrem, melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, dan pemberdayaan.

KNMP menyasar langsung nelayan miskin dan miskin ekstrem yang merupakan kelompok rentan, dengan target memberikan kehidupan yang lebih layak.

Melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas yang memadai, program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir dan kesejahteraan nelayan secara signifikan.

KNMP mencakup pembangunan kawasan terpadu dengan berbagai fasilitas penting seperti dermaga, gudang beku, pabrik es, pusat pengolahan, dan pusat kuliner untuk mendukung aktivitas nelayan.

Program ini tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menunjang seluruh aktivitas nelayan, mulai dari sarana produksi hingga pengolahan hasil laut, demi mewujudkan kemandirian, daya saing, dan kedaulatan maritim.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyasar tiga desa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah terpilih untuk mengikuti program Kampung Nelayan Merah Putih.

"Jadi nantinya program itu dilaksanakan di Kelurahan Boneoge Kecamatan Banawa, Desa Wombo Kalonggo Tanantovea dan Desa Rerang Dampelas," kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni saat ditemui awak media di Banawa, Minggu (26/10).

Ia mengemukakan kampung nelayan merah putih merupakan Program Strategis Nasional (PSN) yang bergerak pada sektor perikanan.

"Kampung nelayan merah putih ini bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan visi ekonomi biru," ucapnya.

Menurut dia, alasan pemilihan Kelurahan Boneoge disebabkan sebagian besar masyarakat di wilayah itu bekerja sebagai nelayan sehingga hal itu menjadi indikator diusulkan ke pemerintah pusat.

Ia menyebutkan untuk pemilihan Desa Wombo Kalonggo dan Rerang karena adanya hibah lahan seluas enam hektare ke pemerintah daerah untuk pengembangan ikan nila.

"Untuk Desa Wombo Kalonggo ini potensinya besar untuk budidaya ikan air tawar karena ketersediaan sumber air melimpah serta Desa Rerang sendiri cocok guna pengembangan ikan nila sehingga sejalan dengan program nasional," sebutnya.

Vera menyebutkan pengembangan kawasan ekonomi biru itu sejalan dengan visi misi pemerintah daerah yakni Donggala sejahtera, maju, berdaya saing dan berkelanjutan.

"Pemerintah daerah terus berusaha untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal, memperkuat konektivitas dan infrastruktur maju serta mempercepat transformasi tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.