Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hujan Mikroplastik Bikin Panik, BRIN: Fenomena Ini Terjadi di Berbagai Negara

📅 Sabtu, 25 Okt 2025, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hujan Mikroplastik Bikin Panik, BRIN: Fenomena Ini Terjadi di Berbagai Negara Doc: Beritajakarta
Ket. Profesor Riset dari BRIN, Muhammad Reza Cordova

JAKARTA - Fenomena hujan yang mengandung partikel mikroplastik dan membuat publik khawatir tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara.

Profesor Riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Reza Cordova mengungkapkan bahwa keberadaan mikroplastik di udara telah ditemukan secara global, termasuk di Jerman, Jepang, dan Korea.

“Hampir semua penelitian menunjukkan adanya mikroplastik di udara. Di luar negeri saja ada, apalagi di Indonesia yang dipengaruhi angin muson,” katanya saat media briefing terkait isu mikroplastik dan fenomena cuaca ekstrem di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/10) yang dilaporkan di media Pemprov DKI.

Reza menjelaskan, sumber utama mikroplastik berasal dari penggunaan plastik sekali pakai hingga limbah rumah tangga.

Langkah paling efektif untuk mengatasi fenomena ini, menurutnya, adalah dengan menghentikan pencemaran dari sumbernya.

“Solusi tercepatnya adalah mengurangi produksi dan konsumsi plastik sekali pakai. Sementara untuk perlindungan pribadi, masyarakat bisa menggunakan masker sebagai langkah pencegahan awal,” ungkapnya.

Reza menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi paparan mikroplastik ini.

“Masalah mikroplastik bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Semua harus bergerak bersama agar dampaknya tidak semakin meluas,” terangnya.

Sementara itu, Fungsional Madya Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, Dwi Atmoko menerangkan, fenomena mikroplastik tidak hanya terdeteksi di wilayah Jabodetabek, tetapi juga berpotensi tersebar di seluruh Indonesia, tergantung arah dan kekuatan angin.

“Setiap proses pembakaran yang melibatkan bahan mengandung plastik dapat menghasilkan partikel debu yang mengandung mikroplastik. Selama proses itu ada dan terjadi angin atau cuaca, partikel tersebut bisa terbawa ke mana saja sesuai arah angin dominan pada saat itu,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.