Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guterres: Sistem Perdagangan Global Berisiko Keluar Jalur

📅 Jumat, 24 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Guterres: Sistem Perdagangan Global Berisiko Keluar Jalur Doc: AFP/Fabrice COFFRINII
Ket. Sekjen PBB Antonio Guterres di Jenewa.

JENEWA – Sekjen PBB, Antonio Guterres, pada Rabu (22/10) memperingatkan sistem perdagangan internasional berbasis aturan berada dalam bahaya, di tengah utang yang terus meningkat, tarif yang tinggi, dan ketidakamanan keuangan bagi negara-negara berkembang.

Guterres mengatakan terlalu banyak negara yang terjebak dalam krisis utang, menghabiskan lebih banyak uang untuk melayani kreditor daripada mendanai kesehatan dan pendidikan.

"Utang global telah melonjak. Kemiskinan dan kelaparan masih ada. Arsitektur keuangan internasional tidak menyediakan jaring pengaman yang memadai bagi negara-negara berkembang. Dan sistem perdagangan berbasis aturan berisiko tergelincir," ujar Guterres pada Konferensi PBB ke-16 tentang Perdagangan dan Pembangunan atau UN Trade and Development (UNCTAD) di Jenewa, Swiss.

Guterres mengatakan bahwa perdagangan dan pembangunan menghadapi pusaran perubahan dengan tiga perempat pertumbuhan global kini berasal dari negara berkembang, perdagangan jasa melonjak, dan teknologi baru mendorong ekonomi global.

Namun, ia mengatakan perpecahan geopolitik, ketidaksetaraan, konflik dan krisis iklim membatasi kemajuan. Lebih jauh lagi, pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah mengenakan tarif yang luas pada negara lain, yang memicu ketegangan perdagangan di seluruh dunia.

Guterres mengakui bahwa proteksionisme mungkin, dalam beberapa situasi, tidak dapat dihindari, tetapi setidaknya harus rasional.

Ia memperingatkan bahwa negara-negara berkembang terus dirugikan dengan ketidakpastian meningkat, investasi menurun, dan rantai pasokan dalam kekacauan.

"Hambatan perdagangan semakin meningkat, dengan beberapa negara terbelakang menghadapi tarif yang sangat tinggi sebesar 40 persen, meskipun mereka hanya mewakili satu persen dari arus perdagangan global," ungkap Guterres.

"Kami melihat peningkatan risiko perang dagang barang, sementara tren pengeluaran militer menunjukkan bahwa kita semakin banyak berinvestasi dalam kematian daripada dalam kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," imbuh dia.

Guterres menguraikan empat prioritas untuk tindakan internasional yaitu sistem perdagangan dan investasi global yang adil, pembiayaan untuk negara-negara berkembang, teknologi dan inovasi untuk merangsang ekonomi, dan menyelaraskan kebijakan perdagangan dengan tujuan iklim.

Forum Sevilla

Guterres kemudian mengumumkan pembentukan Forum Sevilla tentang Utang, yang ditujukan untuk mengatasi krisis yang mengakar di negara-negara berkembang.

Seraya menyerukan biaya dan risiko pinjaman yang lebih rendah, dan dukungan yang lebih cepat bagi negara-negara yang menghadapi kesulitan utang, ia mengatakan beberapa negara sedang hancur oleh utang.

Utang publik global mencapai 102 triliun dollar AS tahun lalu, dengan negara-negara berkembang berutang 31 triliun dollar AS dan membayar bunga 921 miliar dollar AS, kata UNCTAD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.