Filipina Bertekad Dorong Kemajuan Kode Etik LTS
📅 Kamis, 23 Okt 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim PenulisPada tahun 2013, Manila mengajukan kasus penting ke Pengadilan Arbitrase Tetap di Den Haag, yang pada tahun 2016 memutuskan bahwa klaim luas Tiongkok di LTS tidak memiliki dasar hukum, sebuah keputusan yang ditolak Beijing.
Asean sejauh ini belum mengambil posisi yang bersatu terkait putusan tersebut, tetapi Menlu Lazaro mengatakan beberapa negara anggota diam-diam mendukungnya.
"Mereka mungkin tidak terlalu vokal tentang posisi mereka terkait putusan arbitrase, tetapi saya dapat memberitahu Anda bahwa beberapa negara anggota Asean setuju dan meyakininya. Sampai batas tertentu, (beberapa) bahkan menggunakannya dalam diskusi bilateral mereka," ungkap Menlu Filipina itu.
Menlu Lazaro juga menegaskan bahwa Filipina akan terus memperjuangkan tatanan internasional berbasis aturan melalui diplomasi dan kerja sama multilateral, bahkan saat menjalin hubungan dengan negara-negara besar yang tidak selalu mematuhi hukum internasional. CNA/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!