Pembangunan Jakarta akan Manfaatkan Dana Nganggur

Rabu, 22 Okt 2025, 01:05 WIB

JAKARTA – Tiap daerah memiliki dana nganggur di bank, termasuk Provinsi Jakarta. Jumlah dana mengendap di bank milik Jakarta mencapai 14,6 triliun. “Saya akan memaksimalkan dana milik Pemerintah Provinsi Jakarta yang masih mengendap di bank ini untuk pembangunan Jakarta,” tandas Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Selasa (21/10).

Pramono pun mengaku setuju dengan Menteri Keluangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyatakan bahwa uang pemerintah harus digunakan untuk menggerakkan ekonomi. “Saya setuju ucapan Pak Purbaya. Mudah-mudahan Jakarta segera mendapatkan transfer dari pemerintah pusat untuk Bank Jakarta,” jelasnya.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa (21/10). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

Sebelumnya, dalam pembicaraan terakhir, Bank Jakarta akan mendapat guyuran 10 triliun. Pramono akan menggunakan uang itu untuk membangun Jakarta secara baik. Pramono memastikan dana tersebut tidak akan dibiarkan menganggur, terlebih setelah adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Pramono menilai, optimalisasi dana menjadi langkah penting agar ruang fiskal Jakarta tetap terjaga. Uang-uang yang idle (menganggur), kalau untuk Jakarta, pasti akan termanfaatkan, apalagi setelah adanya pemotongan DBH. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lambatnya realisasi belanja pemerintah daerah. Hal ini menyebabkan dana sebesar 234 triliun masih mengendap di bank hingga akhir September 2025.

Dari total tersebut, Jakarta tercatat sebagai daerah dengan simpanan terbesar, mencapai 14,6 triliun. Purbaya menegaskan lambatnya penyerapan anggaran bukan disebabkan oleh kurangnya dana, melainkan karena keterlambatan eksekusi daerah. Purbaya juga menjelaskan, rendahnya serapan anggaran membuat simpanan uang daerah di bank terus menumpuk.

“Realisasi belanja APBD sampai dengan triwulan ketiga tahun ini masih melambat. Rendahnya serapan tersebut berakibat menambah simpanan uang pemda yang menganggur di bank sampai 234 triliun. Jadi, jelas ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi,” tambah Purbaya. Untuk itu, Purbaya mengingatkan agar pemerintah daerah segera mempercepat belanja agar uang tersebut benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Revitalisasi

Sementara itu,Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menyatakan siap merevitalisasi melalui pembangunan kembali bangunan lama di Kota Tua, Jakarta Barat. Hal ini seiring implementasi kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) di kawasan tersebut. Rano Karno mengatakan hal itu saat membuka “TOD Forum 2025” di Museum Mandiri Kota Tua, Jakarta Barat, Selasa.

Selain itu, dia menuturkan, juga akan diciptakan ruang-ruang kreatif serta diterapkan desain kota yang terintegrasi. Ini menjadi upaya untuk menjadikan Kota Tua sebagai kawasan dinamis yang mendongkrak ekonomi lokal dan industri kreatif. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara tahunan TOD Fair 2025 yang diselenggarakan MRT Jakarta untuk memperkenalkan konsep TOD Jakarta.

Rano menyebut forum ini menjadi ruang dialog membahas pengembangan Jakarta sebagai kota global yang terus beriringan dengan upaya pelestarian budaya dan warisan sejarah. ”Forum TOD 2025 adalah upaya kolektif, sebuah ruang merumuskan konektivitas dan keberlanjutan agar Jakarta dapat bergerak sebagai kota global tanpa menghapus sejarah dan kehilangan akar kebudayaan,” jelasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.