Pemprov Sulteng Dorong Pemerataan Dokter Spesialis di Daerah Terpencil
Minggu, 10 Mei 2026, 16:18 WIBPALU -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong pemerataan dokter spesialis melalui kebijakan afirmasi pendidikan spesialis bagi putra-putri daerah serta dokter dari wilayah terpencil.
âKalau ada anak daerah kita sekolahkan spesialis supaya dapat mengabdi di daerahnya setelah lulus,â kata Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng Reny A. Lamadjido dalam keterangannya di Palu, Minggu.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Pelantikan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) Sulteng periode 2025â2028.
Pada kesempatan itu Wagub Sulteng mendorong organisasi profesi dokter mendukung kebijakan afirmasi pendidikan spesialis sebagai skema khusus pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi putra-putri daerah serta dokter dari wilayah terpencil.
Reny yang juga menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulteng mengatakan langkah tersebut penting untuk mengatasi ketimpangan tenaga dokter spesialis di sejumlah wilayah kepulauan di provinsi itu.
Ia mencontohkan Kabupaten Banggai Laut yang masih mengalami keterbatasan jumlah dokter spesialis karena tidak semua tenaga medis bersedia ditempatkan di wilayah yang jauh.
Menurut dia, pemerataan tenaga dokter spesialis penting agar pelayanan kesehatan berkualitas tidak hanya terpusat di Kota Palu, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan.
âSebagai dokter spesialis harus siap ditempatkan di mana saja,â ujarnya.
Ia juga mengatakan kehadiran dokter spesialis anestesi sangat vital dalam memenuhi standar minimal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang wajib memiliki empat layanan spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang, dimana anestesiologi menjadi salah satu pilar penunjang yang tidak boleh kosong.
Untuk itu Wagub juga mendorong para dokter spesialis anestesi untuk mengembangkan kompetensi pendidikan sub-spesialis dengan memanfaatkan Program Beasiswa Berani Cerdas yang disiapkan Pemprov Sulteng.
Selain itu Wagub menyampaikan inovasi layanan kesehatan Berani Sehat yang memungkinkan masyarakat ber-KTP Sulteng tetap memperoleh layanan kesehatan meski belum memiliki BPJS Kesehatan atau status kepesertaannya tidak aktif akibat tunggakan.
âJangan takut menolong pasien sepanjang mempunyai KTP Sulteng, langsung daftarkan ke aplikasi Sehati kalau ditemui BPJS-nya tidak aktif,â katanya.
Wagub Sulteng itu berharap berbagai kebijakan afirmatif tersebut dapat memperkuat kualitas pelayanan kesehatan, sekaligus meningkatkan pemerataan tenaga medis spesialis di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Rencana penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis
-
Peresmian Bunda Clinic MRT Dukuh Atas
-
Dewan Keamanan PBB akan Gelar Pertemuan Darurat Pasca Serangan Drone Russia di Polandia
-
Sidak ke Pabrik Ban Michelin, DPR: Hentikan Sementara PHK, Kembalikan Warga Bekerja!
-
Perumda Dharma Jaya Berkomitmen Wujudkan Ketahanan Pangan dan Penyediaan Protein Hewani di DKI Jakarta
-
ASN Pemkot Jaktim Deklarasi Dukung Gerakan Masyarakat Punya APAR
-
Vietnam jadi Negara Pertama di Asia Tenggara yang Berlakukan UU “AI”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.