Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenperin Dorong IKM Pangan Penuhi Standar Produksi Bersih dan Aman

📅 Rabu, 22 Okt 2025, 14:38 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemenperin Dorong IKM Pangan Penuhi Standar Produksi Bersih dan Aman Doc: istimewa
Ket. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita dan Direktur Operasional PT Arwana Citramulia Tbk., Edy Suyanto berfoto bersama dengan penerima Fasilitasi Keramik untuk Pembuatan Dapur Bersih bagi Sentra IKM Pangan di Kabupaten Jembrana, Bali

JAKARTA-Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM), khususnya sektor makanan dan minuman, yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Salah satu upaya nyata dilakukan melalui program fasilitasi dapur bersih bekerja sama dengan PT Arwana Citramulia Tbk, guna membantu IKM pangan memenuhi standar keamanan pangan dan produksi higienis.

"Kami terus berupaya memastikan bahwa IKM pangan dapat tumbuh dan bertransformasi menuju industri yang lebih modern, higienis, dan kompetitif. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk mewujudkan ekosistem industri yang produktif dan berdaya saing," ujar Menperin Agus di Jakarta, Rabu (22/10).

Menperin menambahkan, dukungan terhadap IKM pangan sangat penting mengingat subsektor ini memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. "Industri makanan dan minuman berkontribusi hingga USD4,4 miliar terhadap ekspor industri pengolahan nonmigas pada Juni 2025, atau setara 23,44% dari total ekspor sektor tersebut. Ini adalah subsektor terbesar kedua setelah industri logam dasar," ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menggandeng PT Arwana Citramulia Tbk dalam penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Fasilitasi Keramik untuk Pembuatan Dapur Bersih bagi Sentra IKM Pangan di Kabupaten Jembrana, Bali. Melalui kerja sama ini, diberikan bantuan 1.765 m² keramik yang diperuntukkan bagi sentra IKM tempe, tahu, garam konsumsi, serta aneka pangan.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyampaikan, penggunaan material keramik sangat penting dalam mendukung penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Keramik membantu menciptakan lingkungan produksi yang bersih dan mudah dibersihkan, sesuai dengan standar sanitasi. "Fasilitasi ini diharapkan mempercepat IKM memenuhi standar keamanan pangan," jelasnya.

Kerja sama antara Ditjen IKMA dan PT Arwana Citramulia Tbk bukanlah yang pertama kali. Sejak 2013, perusahaan tersebut telah menyalurkan sekitar 40.000 m² keramik bagi sentra IKM pangan di berbagai daerah, seperti Banjarnegara, Purbalingga, Rote Ndao, Rejang Lebong, Purbalingga, Banyumas, Singkawang, dan Pacitan. Tahun 2025 ini, sebelum penyaluran di Jembrana, program serupa juga telah diberikan untuk IKM pangan di Balikpapan, Sidoarjo, Rembang, dan Bandung Barat.

"Dengan bantuan ini, kami ingin memastikan bahwa pelaku IKM mampu memenuhi standar CPPOB, meningkatkan produktivitas, dan memperluas pasar, baik domestik maupun ekspor," tambah Reni Yanita.

Selain dukungan fasilitas fisik, Ditjen IKMA terus melaksanakan berbagai program pembinaan, di antaranya workshop keamanan pangan, pendampingan dan sertifikasi HACCP, penguatan kemitraan dengan industri besar dan sektor HORECA, serta fasilitasi pemasaran digital dan pameran internasional. Upaya ini juga diperkuat melalui program restrukturisasi mesin dan penerapan transformasi industri 4.0 untuk meningkatkan efisiensi dan traceability produk IKM.

Direktur Operasional PT Arwana Citramulia Tbk., Edy Suyanto menyampaikan, program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan berbasis prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Kami percaya, target pertumbuhan industri 8% sebagaimana dicanangkan dalam Asta Cita dapat tercapai melalui kolaborasi aktif antara pemerintah dan dunia usaha, ujarnya.

Bupati Jembrana turut memberikan apresiasi atas dukungan Kemenperin dan PT Arwana Citramulia Tbk dalam pengembangan IKM daerah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana juga mewajibkan pasar modern di wilayahnya untuk memasarkan produk IKM lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.