IHSG Hari Ini Ikut Tergelincir, Investor Tertekan Tren Negatif Asia
📅 Rabu, 22 Okt 2025, 17:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah mengikuti tren negatif bursa kawasan Asia, menegaskan bahwa pasar domestik masih sangat sensitif terhadap sentimen global.
Penurunan IHSG ini bukan sekadar reaksi jangka pendek, tapi mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian ekonomi dunia, mulai dari fluktuasi harga komoditas, pergerakan suku bunga, hingga dinamika geopolitik yang memengaruhi arus modal.
Selain faktor eksternal, tekanan pada IHSG juga diperparah oleh aksi ambil untung di saham-saham unggulan setelah reli beberapa waktu terakhir. Investor domestik tampak berhati-hati, memilih menunggu data ekonomi dan kebijakan moneter terbaru sebelum melakukan pembelian agresif.
Meski demikian, pelemahan IHSG belum tentu menandai tren jangka panjang. Bagi pelaku pasar yang jeli, kondisi ini justru membuka peluang untuk membeli saham dengan valuasi menarik, terutama yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jelas.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (22/10) sore ditutup melemah 85,53 poin atau 1,04 persen ke posisi 8.152,55 mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,59 poin atau 1,69 persen ke posisi 806,30.
“Fokus investor akan tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/10) mendatang,” kata Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, data CPI AS diperkirakan akan memperlihatkan inflasi utama di AS naik sebesar 0,4 persen month-to-month (mtm) atau 3,1 persen year-on-year (yoy) pada September 2025. Inflasi Inti AS diramalkan naik 0,3 persen (mtm) atau 3,1 persen (yoy).
Sebaiknya Anda baca juga:
Data CPI AS akan menjadi salah satu rujukan bagi bank sentral AS The Fed dalam memutuskan kebijakan terkait suku bunga acuannya.
Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Bulan Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) tetap berada di level 4,75 persen.
Suku bunga deposit facility diputuskan tetap pada level 3,75 persen, begitu pula suku bunga lending facility diputuskan tetap di level 5,5 persen.
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati efektivitas transmisi kebijakan moneter longgar yang telah ditempuh, prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi, serta stabilitas nilai tukar Rupiah dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga BI-Rate,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang naik sebesar 3,17 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing naik sebesar 1,80 persen dan 1,70 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!