Aceh Masuk Radar Investasi Global: Tiongkok Siap Bangun Peternakan Ayam Berteknologi Tinggi
📅 Rabu, 22 Okt 2025, 17:18 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Aceh
BANDA ACEH – Promosi investasi untuk proyek kawasan industri unggas terpadu di Aceh bukan sekadar upaya menarik modal, tapi langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Sektor unggas selama ini dikenal punya rantai nilai panjang — mulai dari pakan, pembibitan, hingga pengolahan hasil — yang bisa membuka banyak peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Dengan promosi investasi yang tepat, Aceh bisa memposisikan diri bukan hanya sebagai produsen bahan mentah, tapi juga sebagai pusat industri pangan modern yang terintegrasi.
Investor akan lebih tertarik jika melihat adanya kejelasan infrastruktur, pasokan energi, kemudahan perizinan, serta dukungan kebijakan daerah yang berpihak pada pelaku usaha.
Lebih jauh, keberadaan kawasan industri unggas terpadu juga bisa menjadi katalis transformasi ekonomi Aceh dari sektor primer menuju sektor manufaktur dan agribisnis bernilai tambah tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ini penting, karena ketergantungan pada komoditas mentah membuat ekonomi daerah mudah goyah ketika harga global berfluktuasi.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa perusahaan asal Tiongkok, Xinxiang Anlong Agricultural Technology berminat untuk berinvestasi peternakan ayam modern pada proyek kawasan industri unggas terpadu Aceh.
"Insya Allah mudah-mudahan, mereka (Tiongkok) berminat untuk telur ayam dan ayam gulai," kata Mualem, di Banda Aceh, Rabu (22/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Gubernur Aceh, Rabu (15/10), telah melakukan kunjungan lapangan ke salah satu peternakan telur terbesar di Provinsi Henan, Tiongkok, sebagai salah satu upaya untuk persiapan industri unggas terpadu di Aceh.
Kunjungan Gubernur Aceh tersebut difasilitasi oleh produksi Xinxiang Anlong Agricultural Technology Co Ltd yang dikenal sebagai peternakan ayam petelur terbesar di Henan, sekaligus salah satu fasilitas paling modern di Tiongkok.
Di lokasi, rombongan Gubernur Aceh diperlihatkan sistem operasional peternakan berskala besar dengan kapasitas produksi mencapai satu juta butir telur per hari.
Seluruh proses di fasilitas tersebut berjalan otomatis dan terintegrasi penuh, mulai dari pembuatan pakan, pengelolaan kandang tertutup (closed house) hingga pengumpulan dan pengemasan telur.
Di sisi lain, BUMD PT Pembangunan Aceh (PEMA) juga telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan perusahaan asal Tiongkok, Zhongke Holding Green Technology, kesepakatan ini juga bagian dari dukungan terhadap rencana kerja sama peternakan ayam pada proyek industri unggas terpadu Aceh.
Mualem menyatakan, setelah kunjungan tersebut, mereka bersedia berinvestasi di Aceh, rencananya bakal membangun industri tersebut pada proyek terpadu unggas Aceh di wilayah Kabupaten Aceh Besar dengan nilai investasi sebesar 130 juta dolar Amerika Serikat (Rp2,1 triliun).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!