Wamenaker: Sinergi Inklusif untuk Kemandirian Penyandang Disabilitas
📅 Selasa, 21 Okt 2025, 09:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menekankan pentingnya sinergi inklusif di antara para pemangku kepentingan untuk mewujudkan kemandirian bagi pekerja penyandang disabilitas.
“Sinergi antara sektor ketenagakerjaan dan kesejahteraan sosial harus terus diperkuat agar penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga kesempatan nyata untuk bekerja dan berwirausaha,” kata Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/10).
Selain itu, pria yang akrab disapa Ferry itu menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara berkelanjutan memperluas kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif.
Melalui penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan sebagai pusat layanan terpadu serta Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Khusus (PTKK) yang berfokus pada peningkatan akses kerja bagi kelompok rentan, Kemnaker terus membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk memasuki dunia kerja, baik formal maupun mandiri.
Lebih lanjut ia mengatakan kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Sosial (Kemensos) pun penting dalam memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas menuju kehidupan yang mandiri, produktif, dan sejahtera.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai tindak lanjut, Wamenaker Ferry mengatakan sejumlah langkah strategis yang dapat dikembangkan bersama Kemensos.
Beberapa di antaranya adalah penyelarasan kurikulum pelatihan vokasi dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan integrasi data peserta pelatihan dengan portal SIAPKerja.
Lebih lanjut, ia mengatakan pemberian prioritas bagi lulusan penyandang disabilitas dalam program magang nasional, perluasan jejaring industri dan mitra usaha, serta peningkatan partisipasi aktif peserta dalam Job Fair Nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, langkah-langkah tersebut merupakan bentuk konkret sinergi lintas sektor dalam membangun pasar kerja yang inklusif dan berkeadilan.
“Dengan mempertemukan kekuatan di hulu dan hilir, kita dapat memastikan penyandang disabilitas memiliki keterampilan sekaligus kesempatan kerja yang layak. Inilah langkah nyata menuju Indonesia yang inklusif bagi semua,” kata Ferry.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!