Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teuku Riefky Yakin Ekonomi Kreatif Mampu Dorong Pertumbuhan di Tengah Geopolitik Global

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 11:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teuku Riefky Yakin Ekonomi Kreatif Mampu Dorong Pertumbuhan di Tengah Geopolitik Global Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat ditemui media dalam acara Friends of Creative Economy di Jakarta, Selasa (21/10/2025)

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya optimistis sektor ekonomi kreatif bisa berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di tengah kondisi geopolitik dan persaingan global.

"Tentu kita melihat bahwa perkembangan ekonomi kreatif tidak hanya di Indonesia, di dunia itu juga menunjukkan angka yang signifikan terutama sumbangannya juga terhadap perekonomian dunia, lapangan kerja, dan juga ekspor dan impor antarnegara dari sektor ekonomi kreatif, " kata Riefky dalam acara Friends of Creative Economy di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, ekonomi kreatif kini menjadi salah satu andalan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Melihat hal ini, Kemenekraf ingin Indonesia juga berkontribusi bersaing dengan produk-produk lokal dan berkembang di tengah tantangan global yang ada seperti perang tarif yang menghangat.

Adanya forum Friends of Creative Economy 2025 sebagai rangkaian acara menuju World Conference on Creative Economy 2026, bisa menjadi ajang Indonesia menunjukkan potensi ekonomi kreatif lokal dengan modal utama berdasarkan akar budaya dari tiga sektor prioritas yaitu fashion, kriya dan kuliner.

"Cukup kreatif orang-orang Indonesia karena kita tahu juga akar budaya Indonesia yang kuat juga menjadi modal utama. Tentu saat ini kita tantangannya adalah bagaimana kita juga bisa segera masuk atau semakin banyak masuk ke pasar global. Ini bagian dari kegiatan ini hari ini," kata Riefky.

Di dalam negeri, tahun 2025 sektor ekonomi kreatif telah berkontribusi terhadap pertumbuhan PDB sebesar 5,69 persen, dari nilai ekspor sudah tercapai 12,89 miliar dolar Amerika Serikat di semester pertama atau 49 persen dari target 26,4 miliar dolar AS, dan memberikan jumlah lapangan kerja sebanyak 26,4 juta orang di industri kreatif.

Sementara untuk investasi di sektor ekraf nasional, semester pertama tahun 2025 sudah tercapai 66 persen atau Rp 90,12 triliun dari target untuk tahun 2025 adalah Rp136 triliun.

"Jadi kalau kita lihat memang pertumbuhannya trennya sangat positif dan kami juga bersyukur karena pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia ini juga atas arahan Bapak Presiden adalah hasil kolaborasi juga," kata Riefky.

Ia berharap forum yang mengundang delegasi internasional bisa memberikan kesempatan pada produk lokal bisa dikenal secara lebih luas dan ia berharap produk kreatif Indonesia dan skill pegiat ekraf semakin kompetitif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...

BNPB: Kualitas Udara Kalbar Berbahaya

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB: Kualitas Udara Kalbar...
Nasional
BNPB: OMC Penanganan Karhut...
Luar Negeri
Populasi Dugong Australia T...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.