Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layani Lima Juta Penumpang Per Tahun, Dishub Jatim Berharap Bus Trans Jatim Tak Terdampak Efesiensi

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 14:13 WIB | Oleh:
Layani Lima Juta Penumpang Per Tahun, Dishub Jatim Berharap Bus Trans Jatim  Tak Terdampak Efesiensi Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
Ket. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Nyono mengatakan, keberadaan Trans Jatim memudahkan mobilisasi antardaerah warga karena murah dengan jam operasional juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

SURABAYA - Trans Jatim, layanan transportasi umum Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa sistem bus terpadu di jaringan antarkota/ kabupaten dalam wilayah Jatim kini telah melayani lima juta penumpang per tahun atau sekitar 20 ribu penumpang per hari sejak beroperasi pada tahun 2022.Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Nyono, mengatakan, mengingat besarnya animo warga Jatim yang memanfaatkan Trans Jatim, ia berharap Gubernur Khofifah Indar Parawansa tetap melanjutkan subsidi untuk angkutan rakyat tersebut terkait kebijakan efesisensi anggaran yang belakangan gencar dilakukan. "Kami sudah lapor (ke gubernur) minimal operasional sampai koridor 8 (Malang) tidak dikurangi. Kalau dikurangi efeknya sangat luar biasa, karena sekarang penggunanya sudah dua puluh ribu penumpang perhari, kalau ini diputus akan protes masyarakat kita," ujarnya di Surabaya, Selasa (21/10)."Bayangkan mulai Porong (Sidoarjo) hingga Paciran (Lamongan), hanya dengan lima ribu rupiah karcis itu masih bisa dipakai. Warga senang sekali."Dia menjelaskan, subsidi operasional yang sudah dikucurkan hanya mencukupi hingga bulan Juni tahun 2026, tapi diharapkan  minimal angkutan massal murah tersebut tetap mendapat subsidi 250 miliar rupiah hingga akhir tahun 2026, karena tidak hanya meringankan beban masyarakat, tapi juga memberi berbagai manfaat tak langsung dengan menggerakkan pertumbuhan dan mengurangi emisi karbon. Nyono memperkirakan, kebijakan efesiensi akan berdampak pada rencana pengembangan dua koridor baru. "Sebetulnya kita ada rencana penambahan dua koridor lagi di wilayah Gerbangkertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) dan dua di Malang agar cepat dirasakan masyarakat. Tapi karena equity dan fiskal kita berkurang tidak mengapa, yang penting untuk yang sudah operasional sampai Desember tetap disubsidi," jelasnya. "Dari subsidi kita bisa mengembalikan 12 sampai 15 persen. Tapi keuntungan lain dari subsidi itu angka kecelakaan turun, emisi turun, kemacetan berkurang dan pertumbuhab ekonomi di daerah-daerah meningkat pesat," ungkapnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.