Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Bullying, Ini Kiat Menumbuhkan Empati pada Anak Menurut Psikolog

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 11:53 WIB | Oleh:
Cegah Bullying, Ini Kiat Menumbuhkan Empati pada Anak Menurut Psikolog Doc: IST
Ket. Orang tua bisa menumbuhkan empati anak sejak dini

JAKARTA - Orang tua harus bisa menumbuhkan empati anak sejak dini sehingga dapat mencegah perilaku nirempati seperti bullying terjadi hingga dewasa.

Psikolog Klinis Forensik Kasandra Putranto yang merupakan Anggota Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK) mengatakan salah satu kiat praktisnya ialah orang tua menjadi role model empati dalam kegiatan sehari-hari sehingga ketika anak bermasyarakat tentunya anak dapat menerapkan hal serupa.

"Jika seseorang belajar sejak kecil bahwa kekerasan tidak dapat diterima dan mengandung konsekuensi yang tegas, tentu mereka akan lebih berhati-hati dengan setiap tindakan maupun ucapannya," kata Kasandra, Senin.

Kasandra mengatakan pada dasarnya empati tidak tumbuh secara otomatis, justru memang harus dicontohkan terus menerus terutama oleh orang tua yang merupakan lingkungan sosial pertama anak.

Ketika orang tua menjadi contoh bagi anak-anaknya dalam bertindak dan bertutur kata maka hal tersebut tentunya akan menjadi nilai yang dipegang oleh anak ketika ia terlibat di lingkungan sosial yang lebih luas selain keluarga.

"Anak belajar dari cara orang tua memperlakukan orang lain termasuk dengan asisten rumah tangga, pedagang, atau bahkan orang yang berbeda pendapat. Ketika orang tua sabar dan menunjukkan empatik, anak lebih mudah meniru pola itu," tambahnya.

Kiat lainnya yang dibagikan Kasandra untuk menumbuhkan empati pada anak sejak dini ialah dengan membiasakan anak untuk memahami perasaan orang lain.

Orang tua menurutnya bisa bertanya hal-hal sederhana kepada anak untuk menghadapi berbagai skenario di lingkungan sosial.

Sebagai contoh orang tua mengajak anak untuk memahami perasaan seseorang yang diejek dengan pertanyaan terbuka dan bersifat reflektif seperti, "menurutmu jika ada di posisinya bagaimana perasaannya?".

Diskusi yang terjalin antara orang tua dan anak dengan tipe pertanyaan sejenis dinilai dapat mengembangkan kemampuan perspektif emosional buah hati sehingga akhirnya ia bisa menumbuhkan empati dan tidak semena-mena pada saat di lingkungan sosial.

Terakhir, orang tua perlu membatasi paparan konten yang bersifat kekerasan atau dapat menimbulkan kecanduan dari media termasuk dari platform sosial terhadap anak.

Dunia dalam layar seperti media sosial menurut Kasandra seringkali membuat jarak emosional antar orang yang berinteraksi di dalamnya menjadi kabur. Apabila konten-konten yang bersifat negatif terbiasa menjadi hal yang dikonsumsi oleh anak maka akan sulit menumbuhkan empati.

Idealnya orang tua mendampingi anak saat sang buah hati mengakses dunia dalam layar sehingga ia dapat mempelajari hal yang bisa dilakukan di dunia nyata dan mana yang harus dihindari apabila ternyata hal itu tidak baik.

"Orang tua perlu mengajak anak-anak menganalisis isi media bersama, bukan hanya melarang," kata Kasandra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

9 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.