Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akhirnya Setelah 12 Tahun Dua Kereta Pusaka Keraton Yogya Kembali Ikuti Kirab

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 20:03 WIB | Oleh:
Akhirnya Setelah 12 Tahun Dua Kereta Pusaka Keraton Yogya Kembali Ikuti Kirab Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Kereta Premili di Museum Wahanarata, Keraton Yogyakarta, Selasa (21/10).

YOGYAKARTA - Dua kereta pusaka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berusia lebih dari seabad kembali dikeluarkan dari Museum Wahanarata setelah 12 tahun untuk mengikuti Kirab dan Pergelaran Beksan Trunajaya di Kota Yogyakarta pada Rabu (22/10).

Kepala Museum Wahanarata RM Pradiptya Abikusno saat ditemui di Yogyakarta, Selasa (21/10), menyebut kirab dan pergelaran beksan itu untuk memperingati Tingalan Dalem Taun atau ulang tahun Sri Sultan Hamengku Bawono Ka-10 berdasarkan penanggalan Jawa.

"Besok menjadi momen istimewa buat kita semua. Setelah lebih dari satu dekade, akhirnya Keraton (Yogyakarta) kembali akan mengeluarkan dua kereta kudanya," ujar dia.

Dua kereta yang bakal dikirab adalah Kyai Landower Surabaya dan Kereta Premili yang telah berusia ratusan tahun. Keduanya menjadi saksi sejarah dalam kebudayaan Keraton Yogyakarta.

"Kereta Landower ini dibuat pada tahun 1900 dan pernah digunakan oleh Gusti Pangeran Haryo Purubaya, yang kelak menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono VIII," ujarnya.

Kereta Kyai Landower Surabaya merupakan kereta buatan Spyker, Belanda, dengan dominasi warna hitam dan lentera persegi berlapis perak serta gagang pintu berlapis nikel dan atapnya dari kulit hitam. Kereta ini telah menjalani restorasi serta pengecatan ulang.

20251021200119_IMG_20251021_174324.jpeg

Kereta Kyai Landower Surabaya di Museum Wahanarata, Keraton Yogyakarta, Selasa (21/10). Antara/Luqman Hakim

Sementara Kereta Premili dirakit di Semarang pada tahun 1921, dengan sebagian besar komponennya didatangkan dari Belanda dan bertanda "G. Barendse" pada bagian roda.

"Kereta Premili ini biasanya digunakan untuk membawa rombongan. Istimewanya bisa mengangkut lebih dari sepuluh penumpang," tutur Pradiptya.

Dalam kirab kali ini, Kereta Kyai Landower Surabaya akan digunakan untuk titihan tokoh Tumenggung Trunajaya, sedangkan Kereta Premili akan dinaiki oleh enam "pemucal" atau pelatih Beksan Trunajaya. Masing-masing kereta ditarik oleh empat ekor kuda.

Kirab dimulai pukul 15.00 WIB dari Gedung DPRD DIY menuju arah selatan hingga Kagungan Dalem Pagelaran Keraton Yogyakarta.

"Kirab akan diawali dengan kereta Landower, kemudian diiringi pemusik dari Bregada Keraton, penunggang kuda dari Beksan Trunajaya, dan kolaborator Bregada masyarakat," tutur Pradiptya.

Sebelum dikeluarkan, menurut dia, kedua kereta telah menjalani perawatan teknis agar tetap berfungsi baik.

"Yang terakhir kita mengganti bagian ban kereta karena ban karet ada masa pakainya. Selain itu, hanya perawatan minor di bagian cat kecil-kecil," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.