Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terlibat Sindikat Penipuan Online, 10 Warga Korea Selatan Ditangkap di Kamboja

📅 Senin, 20 Okt 2025, 15:23 WIB | Oleh:
Terlibat Sindikat Penipuan Online, 10 Warga Korea Selatan Ditangkap di Kamboja Doc: Yonhap via AP
Ket. Warga Korea Selatan yang mengenakan topi dan diduga terlibat dalam penipuan online di Kamboja tiba di Bandara Internasional Incheon, Incheon, Sabtu, 18 Oktober 2025.

SEOUL - Sepuluh warga Korea Selatan ditangkap di Kamboja, diduga terlibat dalam penipuan online, dua orang lainnya diselamatkan, kata diplomat tinggi Seoul, Senin (20/10), beberapa hari setelah puluhan orang yang bekerja dalam operasi penipuan besar-besaran itu dipulangkan.

Industri scamming (penipuan) bernilai miliaran dolar telah berkembang pesat di Kamboja dalam beberapa tahun terakhir, ribuan orang terlibat, sebagian melakukan dengan sukarela dan yang lainnya dipaksa oleh kelompok kriminal terorganisasi, kata para ahli.

Selama akhir pekan, Kamboja memulangkan 64 warga negara Korea Selatan yang ditahan karena diduga terkait dengan penipuan pig butchering (penyembelihan babi) , disebut demikian karena metode membangun kepercayaan dengan para korban dari waktu ke waktu sebelum mencuri uangnya.

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun mengatakan, 10 orang lagi ditangkap dan dua orang diselamatkan.

Mereka ditahan pada hari Kamis dan akan dipulangkan minggu ini, katanya.

Seoul juga berupaya menemukan 80 warga negara Korea Selatan yang masih hilang di Kamboja, kata Cho.

Sekitar 550 warga Korea Selatan dilaporkan hilang atau ditahan di luar kehendak mereka setelah memasuki Kamboja sejak tahun lalu, kata kementerian luar negeri minggu lalu.

Seoul memperkirakan sekitar 1.000 warga Korea Selatan termasuk di antara 200.000 orang yang bekerja dalam jaringan operasi penipuan di Kamboja.

Beberapa orang dipaksa melakukan "penyembelihan babi" atau penipuan asmara dengan ancaman kekerasan.

Mereka yang dideportasi selama akhir pekan ditahan tak lama setelah menaiki pesawat carteran pulang dan dikawal keluar pesawat dengan borgol.

Badan Kepolisian Nasional Seoul mengatakan pada hari Senin, pihaknya sedang mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 59 orang di antaranya. 

Para individu yang dipulangkan tersebut telah terlibat dalam kejahatan seperti penipuan suara, penipuan asmara, dan apa yang disebut skema penipuan "no-show", ungkap Park Sung-joo, kepala Kantor Investigasi Nasional, kepada wartawan minggu lalu. 

Kelompok tersebut mencakup "peserta sukarela dan tidak sukarela", kata Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung-lac.

Pemulangan para pengungsi ini merupakan tindak lanjut dari kemarahan publik atas penyiksaan dan pembunuhan seorang mahasiswa Korea Selatan di Kamboja tahun ini, yang dilaporkan dilakukan oleh sebuah kelompok kriminal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.