Presiden Prabowo Minta Pemimpin Tak Saling Hasut
📅 Senin, 20 Okt 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tidak mungkin suatu bangsa bisa mencapai kemakmuran jika pemimpinnya saling menjelekkan dan menghasut hanya karena ambisi kekuasaan.
Saat memberikan sambutan pada sidang senat terbuka wisuda 521 sarjana UKRI di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10), Presiden Prabowo mengibaratkan demokrasi dilakukan dengan kerja sama layaknya tim sepakbola yang ingin mencetak gol.
“Tidak mungkin satu tim bisa masukin gol, kalau tidak kerja sama. Tidak mungkin, bangsa tidak mungkin makmur kalau pimpinannya gontok-gontokan, kalau pimpinannya karena ambisi ingin berkuasa, menjelek-jelekkan, menghasut menimbulkan ketakutan, menurunkan optimisme,” kata Presiden Prabowo dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa demokrasi Indonesia adalah demokrasi kekeluargaan. Kepala Negara pun mengungkapkan kesedihannya jika sesama bangsa Indonesia saling menjelekkan, padahal negara ini menghadapi masalah yang sama, yakni lapangan kerja untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Namun, menurut Prabowo, ekonomi tidak akan tumbuh dengan cepat jika para pemimpinnya saling menjelekkan dan menebar kebencian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prabowo pun menyinggung aksi pembakaran gedung lembaga demokrasi oleh oknum yang mengaku aktivis demokrasi. “Katanya aktivis demokrasi, tapi membakar lembaga-lembaga demokrasi, membakar gedung DPR yang dibayar dengan uang rakyat, yang dibayar dengan uang rakyat, merusak terminal bus. Yang pakai bus itu orang yang enggak punya mobil,” kata Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo meyakini rakyat Indonesia tidak terpengaruh dan Prabowo mengaku tidak ragu-ragu melaksanakan tugasnya untuk bangsa Indonesia.
Berbagai Program
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Prabowo juga menyatakan pihaknya telah menghasilkan berbagai program dan kebijakan yang dijanjikan kepada rakyat Indonesia dalam satu tahun masa pemerintahan.
“Saya bisa katakan, saya berani berdiri di hadapan seluruh rakyat Indonesia dengan percaya diri karena kita telah buktikan kepada seluruh bangsa dan seluruh dunia bahwa kita dapat menghasilkan apa yang kita janjikan kepada rakyat,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung makna kepemimpinan yang sejati, yakni kemampuan menggunakan akal sehat, melakukan perhitungan yang cermat, berlandaskan kebenaran, serta menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.
Presiden menilai kepribadian yang bersih dari korupsi merupakan fondasi penting bagi seorang pemimpin dalam menjalankan amanah publik.
Presiden juga menyoroti peran penting setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, dalam setiap kegiatan manusia, selalu ada peran sebagai pemimpin, pengikut, dan mereka yang tidak memahami perannya.
Kepala Negara mengingatkan pentingnya menghindari golongan terakhir dengan cara berani mengambil tanggung jawab, baik sebagai pemimpin yang bijak maupun pengikut yang setia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!