Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kawasan Kumuh Jember Kidul Dapat Bantuan Sanitasi dari Kementerian PKP

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 13:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kawasan Kumuh Jember Kidul Dapat Bantuan Sanitasi dari Kementerian PKP Doc: Antara Foto
Ket. Menteri PKP Maruarar Sirait saat berdialog dengan warga di kawasan kumuh yang berada di Kelurahan Jember Kidul, Kabupaten Jember, Sabtu (18/10/2025)

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membangun sanitasi di kawasan kumuh yang berada di Kelurahan Jember Kidul, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Program itu menjadi bagian dari langkah nyata pemerintah dalam memperbaiki lingkungan hunian masyarakat berpenghasilan rendah agar lebih sehat dan layak," kata Menteri PKP Maruarar Sirait dalam keterangan tertulis yang diterima di Jember, Minggu.

Menteri yang akrab disapa Ara didampingi Inspektur Jenderal Kementerian PKP Heri Jerman dan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati meninjau lokasi rencana pembangunan sanitasi rumah di kawasan kumuh Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Sabtu (18/10) malam.

"Program itu dibiayai oleh uang rakyat, jadi rakyat harus mengetahui dengan jelas berapa anggarannya, apa bentuk bantuannya, berapa banyak bantuannya," tuturnya.

Ia meminta warga di sekitar kawasan kumuh tersebut untuk bantu mengawasi program pembangunan sanitasi, kemudian ikut terlibat dan melaporkan apabila ada hal yang tidak sesuai seperti kualitasnya tidak bagus.

Sementara Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Jawa IV Mustofa Oftan mengatakan program itu merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dengan usulan penanganan hasil verifikasi 48 unit.

Anggaran yang tersedia Rp632 juta untuk 27 unit sanitasi (WC/septitank) di rumah yang ada di kawasan tersebut. Sedangkan total anggaran yang dibutuhkan Rp957 unit untuk penanganan 48 unit.

"Proyek itu dilaksanakan secara swakelola, jadi nanti kami juga mengundang para warga untuk bekerja untuk bantu pekerjaan dan dibayar upahnya. Pekerjaan akan dimulai pada 27 Oktober 2025 dan selesai pada akhir Desember 2025," katanya.

Berdasarkan hasil verifikasi tahun 2025, lanjut dia, luas kawasan kumuh di Jember Kidul tercatat mencapai 32,74 hektare, dengan 11,17 hektare di antaranya telah terverifikasi untuk penanganan.

Kawasan itu dikenal dengan sebutan "Jeki" (Jember Kidul) dan menjadi fokus utama perbaikan sanitasi rumah karena masih terdapat 133 unit rumah yang belum memiliki sistem pengelolaan sanitasi memadai.

"Dari jumlah tersebut, titik tertinggi berada di RT 001, RW 005, dengan 28 unit rumah yang belum memiliki fasilitas dasar sanitasi," ujarnya.

Mustofa mengatakan bahwa melalui program itu, pemerintah berencana membangun fasilitas sanitasi yang layak dengan kegiatan meliputi pembuatan bilik mandi, pemasangan kloset leher angsa, dan pembuatan tangki septik baik komunal maupun individu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.