Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketum IDAI Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi Anak Indonesia

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Ketum IDAI Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi Anak Indonesia Doc: RRI/Eliana Zahra
Ket. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso

JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, menyoroti masih rendahnya cakupan imunisasi anak di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai memicu kembali munculnya sejumlah penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Piprim mengatakan, kondisi kesehatan anak Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan beberapa dekade sebelumnya. Namun, capaian tersebut dinilai belum signifikan apabila dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga.

Menurut dia, Indonesia masih menghadapi tingginya angka kematian bayi dan angka kematian balita. Selain itu, berbagai penyakit infeksi yang dapat dicegah melalui imunisasi juga kembali bermunculan.

"Misalkan angka kematian bayi masih tinggi, angka kematian balita. Jadi kita masih menghadapi penyakit infeksi, munculnya lagi berbagai penyakit yang sebetulnya bisa dicegah dengan imunisasi," kata Piprim saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu (14/6).

Ia menyebut penyakit seperti difteri, pertusis, polio, dan campak kembali ditemukan di masyarakat. Kondisi tersebut terjadi karena cakupan imunisasi anak masih rendah.

Piprim menilai keraguan sebagian orang tua terhadap imunisasi turut memengaruhi rendahnya cakupan vaksinasi. Karena itu, upaya edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat.

"Ini bermunculan kembali karena cakupan imunisasi yang sangat rendah. Karena juga akibat banyak orang tua yang galau terhadap imunisasi," ujar dia.

Selain penyakit infeksi, Indonesia juga masih menghadapi persoalan stunting, gizi kurang, dan gizi buruk. Ia mengatakan penurunan angka stunting hingga kini masih belum sesuai target yang ditetapkan.

Di sisi lain, kasus obesitas dan berbagai penyakit metabolik pada anak juga menjadi tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut dipicu pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.

"Belum lagi nanti ada di sisi yang sebelah sananya adalah obesitas dan berbagai penyakit metabolik. Akibat kelebihan makan, kurang gerak, gaya hidup yang tidak sehat," ucap dia.

Piprim menegaskan, IDAI akan terus mengedukasi masyarakat dan memberikan pelayanan kepada anak-anak Indonesia. Menurut dia, seluruh pihak perlu bekerja sama untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang masih dihadapi anak Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.