Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Analis: Penurunan Tarif PPN Dinilai Dongkrak Daya Beli Masyarakat

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 17:40 WIB | Oleh:
Analis: Penurunan Tarif PPN Dinilai Dongkrak Daya Beli Masyarakat Doc: Freepik

JAKARTA - Analis kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Pindu Ajib Hamdani, menilai rencana penurunan tarif PPN berpotensi memperkuat daya beli masyarakat. Menurutnya, kebijakan fiskal tersebut menjadi langkah cepat yang mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Ajib menuturkan bahwa konsumsi domestik berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang mencapai 57 persen dari total PDB.

“Menurunkan tarif PPN berarti memberi napas tambahan bagi masyarakat agar bisa meningkatkan konsumsi barang dan jasa,” ujar Ajib.

Ajib menegaskan bahwa penurunan tarif PPN dapat berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi nasional. Ia menilai, kebijakan tersebut lebih efektif dibanding pemberian insentif kepada sektor usaha karena menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau insentif hanya diberikan pada pelaku usaha, manfaatnya terbatas. Tapi penurunan PPN dirasakan semua pihak,” ujar dia.

Lebih jauh, Ajib menilai pemerintah perlu berhati-hati sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif pajak tersebut. Ia berpandangan bahwa kekuatan fiskal negara harus menjadi pertimbangan utama agar tidak menimbulkan potensi kekurangan penerimaan negara.

“Ketika tarif PPN diturunkan, otomatis ada potensi shortfall. Pemerintah harus menyiapkan sumber penutup dari potensi itu,” kata dia.

Ajib juga menambahkan bahwa penurunan tarif PPN sebenarnya bisa memberikan efek berganda terhadap perekonomian nasional. Menurut dia, meningkatnya konsumsi masyarakat akan memicu pergerakan sektor swasta sehingga memperluas aktivitas ekonomi secara menyeluruh.

Dengan demikian, meskipun penerimaan pajak turun, peningkatan volume konsumsi bisa menutup potensi kekurangan melalui perputaran ekonomi yang lebih besar. Ajib pun mengingatkan bahwa keseimbangan antara kebijakan fiskal dan daya beli masyarakat menjadi kunci utama menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Ia berharap pemerintah mampu menghitung risiko fiskal dengan cermat tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat luas. Penurunan tarif PPN, menurut Ajib, bukan hanya strategi ekonomi, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap kesejahteraan publik. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

19 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

1.5 jam yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.