Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stone Garden Citatah, Perbukitan yang Lahir dari Samudra

📅 Jumat, 17 Okt 2025, 07:49 WIB | Oleh:
Stone Garden Citatah, Perbukitan yang Lahir dari Samudra Doc: ANTARA/Abdan Syakura
Ket. Wisatawan berjalan menyusuri kawasan Stone Garden Citatah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (3/11).

PERISTIWA geologis yang berjalan evolusioner selama ribuan hingga jutaan tahun selalu membuat berdecak kagum. Di ketinggian 709 meter di atas permukaan laut (mdpl) di kawasan perbukitan karst Padalarang terhampar batu-batu raksasa secara acak di antara padang ilalang dan semak belukar.

Kawasan yang kemudian disebut sebagai Stone Garden Citatah seolah menjadi jendela waktu yang membuka lembaran bumi jutaan tahun lalu. Bayangkan batuan yang tadinya berada di dasar laut bisa terangkat setinggi itu, melalui proses yang perlahan dan sangat lama.

Stone Garden Citatah menjadi saksi dasar laut purba yang terangkat ke permukaan bumi akibat proses tektonik. Namu keilmuan tempat ini terbentuk dari geologi purba yang berlangsung selama jutaan tahun, terutama terkait dengan pengangkatan dasar laut dan proses karstifikasi batuan kapur.

Lokasi destinasi wisata ini berada di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Jaraknya 29 kilometer dari Kota Bandung, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 9 menit.  Jika dari dari Jakarta tentu lebih mudah lagi.

Pertama masuk Tol Jakarta–Cikampek, lalu lanjut ke Tol Cipularang (Jakarta–Purwakarta–Padalarang). Keluar di Gerbang Tol Padalarang. Setelah keluar tol, arahkan kendaraan ke jalan raya Padalarang–Cianjur (arah barat Bandung).

Sekitar 10 km dari Padalarang, akan melewati daerah Citatah. Perhatikan papan petunjuk menuju Stone Garden atau Gua Pawon di sisi kiri jalan. Dari jalan raya utama, ada jalan kecil menanjak menuju area parkir Stone Garden jaraknya sekitar 1 kilometer.

Untuk mencapai puncaknya, pengunjung harus menempuh perjalanan mendaki selama sekitar 15–30 menit melalui jalur berbatu yang cukup menantang namun tidak terlalu ekstrem. Begitu sampai di atas, segala lelah perjalanan langsung terbayar lunas. Di hadapan terbentang lautan batu kapur yang disinari cahaya matahari, menciptakan kontras antara warna keabu-abuan batu dengan langit biru yang jernih.

Yang menarik bentuk batuan di sini unik dan beragam sehingga pengunjung bisa menafsirkannya sesuka hati. Ada yang menyerupai punggung naga, menara alami, kursi, hingga wajah manusia jika dilihat dari sudut tertentu.

Batuan berbentuk acak terbentuk dari proses pelarutan batuan kapur (karstifikasi) selama jutaan tahun akibat curah hujan tinggi dan aktivitas geologi. Karena itu, Stone Garden bukan hanya indah, tetapi juga menjadi situs penting untuk mempelajari sejarah geologi kawasan Jawa Barat.

Jejak Laut Purba

Tak banyak yang tahu, kawasan Stone Garden Citatah dulunya adalah dasar laut dangkal pada masa Miosen sekitar 20–30 juta tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil-fosil koral (karang), moluska, dan foraminifera di beberapa bagian batuannya.

Fosil dan penemuan prasejarah yang ada di batuan kapur Stone Garden Citatah adalah koral dan kerang. Sayangnya belum ada jenis koral atau spesies kerang tertentu yang telah diidentifikasi di Stone Garden Citatah. Semua sumber hanya menyebut secara umum bahwa ditemukan fosil koral dan kerang, tetapi tidak sampai ke tingkat genus atau spesies.

Fosil tersebut menjadi bukti bahwa wilayah ini pernah menjadi bagian dari sistem laut tropis yang kemudian terangkat karena pergerakan lempeng bumi, terutama oleh tumbukan lempeng Indo Australia yang mendesak lempeng Eurasia.

Selain batuan yang berserakan itu di bukit Stone Garden terdapat Gua Pawon, situs arkeologi penting tempat ditemukannya sisa-sisa manusia purba “Manusia Pawon.” Gua ini berjarak hanya sekitar satu kilometer dari puncak Stone Garden. Keduanya lokasi sering dikunjungi dalam satu paket wisata sejarah dan alam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.