Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Pramono Siapkan Obligasi Daerah, Langkah Kreatif Hadapi Pemangkasan Dana Pusat Rp15 Triliun

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 18:00 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono Siapkan Obligasi Daerah, Langkah Kreatif Hadapi Pemangkasan Dana Pusat Rp15 Triliun Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa rencana penerbitan obligasi daerah saat ini sedang dalam tahap pembahasan. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi pendanaan kreatif untuk menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Pada waktu itu, dari Balai Kota sudah bertemu dengan direktur yang bertanggung jawab untuk menerbitkan obligasi daerah, yang memberikan approval (persetujuan),” kata Pramono usai meninjau RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (16/10/2025).

Ia tidak menjelaskan lebih rinci siapa pihak yang berwenang memberikan persetujuan tersebut. Namun, Pramono berharap rencana itu bisa segera direalisasikan agar mendukung agenda pembangunan dan pelayanan publik di ibu kota.

“Kita sedang dalam pembahasan, dan mudah-mudahan segera terselesaikan,” ujarnya optimistis.

Menurut Pramono, penerbitan obligasi daerah menjadi alternatif pendanaan baru bagi Jakarta setelah pemerintah pusat memutuskan memangkas dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp15 triliun. Pemangkasan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap ruang fiskal daerah, terutama untuk pembiayaan proyek strategis dan kebutuhan layanan publik.

Sebagai langkah antisipatif, Pramono telah mengajukan izin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk melakukan skema pendanaan inovatif.

“Kami meminta izin kepada Kementerian Keuangan, untuk menyetujui Jakarta melakukan creative financing, di antaranya melakukan apa yang disebut dengan Jakarta Collaboration Fund atau obligasi daerah dan sebagainya, yang memang belum ada,” ujar Pramono usai bertemu Purbaya di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah pusat, melainkan strategi untuk memastikan pembangunan di Jakarta tetap berjalan. “Kami tidak mempermasalahkan pemotongan itu, tapi kami ingin memastikan pelayanan publik tetap terjaga,” tegasnya.

Penerbitan obligasi daerah sendiri, kata Pramono, akan menjadi tonggak penting dalam memperluas sumber pendapatan daerah tanpa sepenuhnya bergantung pada transfer pusat. Dana yang diperoleh dari obligasi diharapkan bisa digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur strategis, transportasi publik, serta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.

Rencana ini juga sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta memperkuat kemandirian fiskal dan memperluas basis pembiayaan pembangunan melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam jangka panjang, obligasi daerah diharapkan menjadi instrumen keuangan berdaya saing yang menarik minat investor domestik maupun asing.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan regulasi dan studi kelayakan untuk memastikan mekanisme penerbitan obligasi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peraturan Kementerian Keuangan. Proses tersebut mencakup penilaian risiko, transparansi penggunaan dana, serta jaminan akuntabilitas publik.

Langkah Pramono ini mendapat perhatian luas karena akan menjadi penerbitan obligasi daerah pertama bagi Jakarta dalam sejarah otonomi fiskalnya. Jika berhasil, skema tersebut dapat menjadi model pembiayaan kreatif bagi daerah lain di Indonesia yang menghadapi keterbatasan fiskal serupa.

Dengan potensi ekonomi dan daya serap investasi yang besar, Jakarta dinilai memiliki kapasitas untuk menarik minat pasar modal terhadap instrumen keuangan daerah. Pemerintah provinsi berharap rencana tersebut dapat terealisasi dalam waktu dekat guna memperkuat fondasi ekonomi ibu kota menjelang tahun anggaran 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.