Era Digital Tak Bisa Ditunda, Kunci Daya Saing Indonesia Ada di SDM Teknologi! Airlangga: Jangan Hanya Jadi Pengguna!
📅 Kamis, 16 Okt 2025, 16:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA – Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi menjadi langkah krusial dalam menghadapi transformasi digital yang terus berkembang pesat.
Di era di mana inovasi dan otomatisasi menjadi penentu daya saing, kemampuan SDM untuk beradaptasi dengan teknologi baru tak lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mutlak.
Ini bukan hanya soal belajar coding atau menguasai perangkat digital, tetapi tentang membangun pola pikir adaptif, kreatif, dan solutif. SDM yang melek teknologi mampu membaca peluang dari perubahan—bukan takut kehilangan pekerjaan karena otomatisasi, melainkan menciptakan pekerjaan baru dari kemajuan itu sendiri.
Investasi pada pengembangan SDM teknologi juga akan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Negara dengan tenaga kerja digital yang tangguh akan lebih siap menarik investasi, mempercepat inovasi, dan memperluas pasar kerja berbasis pengetahuan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi sebagai kunci keberhasilan transformasi ekonomi Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyoroti ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global harus diimbangi dengan penguatan kualitas SDM yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan arah transformasi ekonomi hijau.
"Perekonomian Indonesia tumbuh kuat di tengah tantangan global, dengan pertumbuhan mencapai 5,12 persen pada triwulan II 2025. Namun, tantangan ke depan memerlukan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan teknologi serta arah transformasi ekonomi hijau," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/10).
Menurutnya, stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5 persen serta inflasi yang terkendali menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia cukup tangguh menghadapi tekanan eksternal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, lanjutnya,guna mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau dan digital, dibutuhkan SDM yang memiliki kompetensi teknologi tinggi.
Dalam orasinya yang bertema 'Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul, Adaptif dan Inovatif, Berdaya Saing Global untuk Indonesia Emas 2045' dalam Upacara Wisuda Universitas Borobudur Tahun 2025, Airlangga menjelaskan strategi pembangunan nasional saat ini yang difokuskan pada hilirisasi industri, digitalisasi ekonomi, serta pengembangan ekonomi hijau dan biru.
Ia menegaskan generasi muda, khususnya lulusan perguruan tinggi, memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing nasional di tengah dinamika transformasi ekonomi global.
"Sekitar 70 persen pekerjaan pada 2030 akan menuntut penguasaan teknologi seperti AI (akal imitasi) dan IoT (Internet of Things). Hal ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja muda Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut, Airlangga juga menyoroti empat sektor teknologi prioritas yang harus dikuasai SDM Indonesia, yakni teknologi digital, akal imitasi, semikonduktor, dan bioekonomi (genomika).
Kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan riset juga didorong untuk menyiapkan talenta yang mampu beradaptasi dengan percepatan perubahan teknologi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!