Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beasiswa Blockchain dari Triv Diserbu 500 Pendaftar

📅 Kamis, 15 Jan 2026, 21:55 WIB | Oleh:
Beasiswa Blockchain dari Triv Diserbu 500 Pendaftar Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. CEO & Founder Triv Gabriel Rey, berfoto bersama dengan delapan mahasiswa peserta dalam program Program Beasiswa Future ini Rising Economy (F.I.R.E) di Jakarta pada hari Kamis (15/1). Program beasiswa hasil kolaborasi Triv dengan MEXC Foundation menarik lebih dari 500 pendaftar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

JAKARTA – Program Beasiswa F.I.R.E (Future Innovators in Rising Economy) yang diusung Triv Foundation berkolaborasi dengan MEXC Foundation mendapatkan respons yang sangat positif dari mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar yang mencapai 500 lebih.

“Minat mahasiswa jauh melebihi ekspektasi awal. Antusiasme ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki rasa ingin tahu dan kesiapan tinggi untuk terlibat lebih dalam di industri blockchain, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai builder dan innovator,” ungkap CEO & Founder Triv Gabriel Rey, dalam Paparan Program Beasiswa Future ini Rising Economy (F.I.R.E) di Jakarta pada hari Kamis (15/1).

Program Beasiswa F.I.R.E merupakan sebuah inisiatif yang dirancang untuk menumbuhkan generasi pemimpin blockchain dan Web3 Indonesia berikutnya melalui pendidikan, pendampingan (mentorship), dan paparan langsung terhadap industri nyata.

Sejak diumumkan pada November 2025, Beasiswa F.I.R.E telah memasuki fase seleksi dan onboarding peserta. Saat ini, peserta terpilih telah mulai mengikuti rangkaian awal program, termasuk pengenalan kurikulum, sesi foundational blockchain, serta persiapan menuju fase mentorship intensif melalui F.I.R.E Mentorship Lab.

Beasiswa F.I.R.E mencatat ratusan pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Dari program ini, sudah didapatkan delapan mahasiswa berprestasi yang terdiri dari dua mahasiswa Universitas Indonesia (UI), tiga mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) dan tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Secara paralel jumlah tersebut masih akan bertambah lagi.

“Kami bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki visa sama dalam teknologi digital,” ungkap Gabriel Rey.

Profil peserta sangat beragam, berasal dari jurusan seperti Teknik Informatika / Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Data Science, Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen. Serta, beberapa dari latar belakang non-teknis yang memiliki minat kuat pada blockchain dan Web3.

“Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem blockchain semakin diminati lintas disiplin,” kata Gabriel Rey.

Ia menambahkan, kurikulum Beasiswa F.I.R.E dirancang dengan pendekatan industry driven, mencakup fundamental blockchain dan Web3, use case industri nyata, pengembangan skill teknis dan non-teknis (problem solving, critical thinking, collaboration).

Di mana, melalui F.I.R.E Mentorship Lab, peserta dibimbing langsung oleh praktisi industri untuk mengerjakan studi kasus dan simulasi masalah riil, sehingga pembelajaran tidak berhenti di teori, tetapi langsung aplikatif.

Gabriel Rey menambahkan, sebagai pelaku industri blockchain di Indonesia, TRIV Foundation berperan sebagai jembatan antara akademik dan industri. Oleh karena itu, TRIV Foundation memastikan materi selaras dengan kebutuhan industri saat ini, mentor berasal dari praktisi aktif, dan peserta memahami realitas dunia kerja blockchain, termasuk regulasi, compliance, dan best practices.

“Tujuannya adalah mencetak talenta yang tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga siap secara profesional,” katanya.

Dari Program Beasiswa F.I.R.E pesan utama yang ingin disampaikan, lanjut Gabriel Rey adalah Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain global di industri blockchain. Melalui kerja sama itu mahasiswa didorong untuk berani belajar teknologi masa depan, tidak hanya menjadi konsumen.

“Melalui kolaborasi ini, mahasiswa didorong untuk berani belajar teknologi masa depan, tidak hanya menjadi konsumen, tetapi kontributor ekosistem global, serta membangun kompetensi sejak dini agar mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar ia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.