Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Retno: Krisis Air Semakin Buruk Akibat Perubahan Iklim

3 Minggu, 02 Agu 2026, 09:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Retno: Krisis Air Semakin Buruk Akibat Perubahan Iklim Retno: Krisis Air Semakin Buruk Akibat Perubahan Iklim Doc: ANTARA
Ket. Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air Retno Marsudi berbicara dalam Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026 yang diselenggarakan oleh FPCI di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

JAKARTA - Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air Retno Marsudi menyatakan bahwa perubahan iklim mengakibatkan semua tantangan yang manusia hadapi menjadi lebih buruk, termasuk krisis air.

“Perubahan iklim adalah pengganda ancaman yang dapat memperburuk semua tantangan yang dihadapi dalam isu air,” kata Retno dalam Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026 di Jakarta, Sabtu (1/8).

Retno menegaskan bahwa air bukan hanya masalah teknis dan sektoral yang perlu ditangani, tetapi air juga merupakan masalah politik sekaligus masalah pembangunan yang menyeluruh.

Dia menyebutkan bahwa isu air dapat ditangani dengan akselerasi, yaitu percepatan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor enam, air bersih dan sanitasi layak.

Menurutnya, untuk mencapai SDGs pada 2030, Indonesia membutuhkan peningkatan delapan kali lipat dari tingkat kemajuan saat ini untuk pengelolaan air minum yang aman, peningkatan enam kali lipat untuk sanitasi yang aman, serta dua kali lipat untuk layanan kebersihan dasar.

“Jika kita tidak lakukan ini, maka target-target SDG nomor enam baru akan tercapai pada 2049,” ujar Retno.

Yang kedua, Indonesia perlu melakukan kerja sama dalam menangani isu air, kata Retno, serta menyatakan bahwa kolaborasi untuk mencapai SDGs harus melibatkan pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan seluruh pemangku kepentingan.

Retno mengatakan bahwa sektor swasta memiliki peran penting dalam memperluas akses layanan air bagi masyarakat, dan menambahkan bahwa saat ini sekitar 86 persen pembiayaan sektor air dan sanitasi masih berasal dari anggaran publik.

“Sebagian besar pembiayaan yang ada untuk air dan sanitasi berasal dari anggaran publik, 86 persen dari anggaran publik, sektor swasta hanya 2 persen,” ujar Retno, menambahkan bahwa kondisi itu menunjukkan perlunya peningkatan keterlibatan swasta dalam pembiayaan.

Dia juga mengatakan bahwa prinsip kolaborasi perlu diterapkan dalam upaya aksi iklim, khususnya untuk mencapai target emisi nol bersih, menegaskan bahwa tantangan terkait air dan perubahan iklim membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

Dalam INZS 2026, Retno mengungkapkan bahwa lebih dari 2,2 miliar orang atau satu dari empat penduduk dunia belum memiliki akses air minum yang aman, sementara 3,5 miliar orang atau empat dari sepuluh orang tidak memiliki akses sanitasi yang layak.

Skala krisis ini diperparah oleh kenyataan bahwa sekitar 4 miliar orang, atau satu dari dua penduduk dunia, mengalami kelangkaan air, dengan ketersediaan air tawar terbarukan per kapita yang telah turun sekitar 7 persen hanya dalam satu dekade terakhir.

Ke depan, tantangan diproyeksikan semakin berat mengingat populasi dunia akan mencapai 9,7 miliar orang pada 2050, yang membutuhkan tambahan pangan 50 persen dan tambahan air lebih dari 25 persen untuk memenuhinya.

Retno menyoroti bahwa 72 persen tambahan air segar digunakan untuk sektor agrikultur, sehingga ketahanan pangan, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan pada akhirnya turut bergantung pada ketersediaan sumber daya air yang semakin terbatas.

Ekspansi kecerdasan buatan dan transformasi digital turut menambah beban, dengan proyeksi kebutuhan tambahan air hingga 129 persen di berbagai wilayah, sementara 40 persen pusat data dunia berada di kawasan dengan tingkat tekanan air yang tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
PON Butuh Anggaran Rp1 Tril...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.