Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antara Sumber Kehidupan dan Potensi Bahaya

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 07:42 WIB | Oleh:
Antara Sumber Kehidupan dan Potensi Bahaya Doc: Foto: Tristan Caro/University of Colorado Boulder
Ket. Robyn Barbato dari Laboratorium Penelitian dan Rekayasa Wilayah Dingin mengebor sampel dari dinding Terowongan Permafrost.

RATUSAN ribu ton bakteri dilepaskan oleh gletser yang mencair. Dari sini sebuah studi menunjukkan, mikroba yang terhanyut ke hilir dapat menyuburkan ekosistem, meski perlu dipelajari lebih lanjut untuk mengidentifikasi dampak negatifnya dari patogen potensial.

Para ilmuwan mengatakan pencairan es yang cepat akibat krisis iklim menyebabkan gletser dan ekosistem mikroba unik yang mereka huni “mati di depan mata kita”, membuat para peneliti berlomba-lomba untuk memahaminya sebelum menghilang.

Beberapa mikroba juga mungkin menjadi sumber molekul biologis yang bermanfaat di masa depan, seperti antibiotik baru.

Para ilmuwan mengumpulkan air lelehan permukaan dari delapan gletser di seluruh Eropa dan Amerika Utara dan dari dua lokasi di lapisan es Greenland.

Mereka menemukan puluhan ribu mikroba dalam setiap mililiter air. Data tersebut memungkinkan mereka memperkirakan bahwa bakteri dan alga yang terbilas akan menghasilkan rata-rata 650.000 ton karbon per tahun selama 80 tahun ke depan di belahan bumi utara, tidak termasuk wilayah Himalaya Hindu Kush, yang tidak ­disampel.

Perkiraan ini mengasumsikan peningkatan emisi CO2 yang moderat dan berkelanjutan. Jika emisi karbon dikurangi, yang memperlambat pemanasan global dan pencairan es, massa mikroba yang dilepaskan akan berkurang sekitar sepertiganya.

“Kita menyaksikan gletser mati di depan mata kita, memengaruhi mikroba yang ada di sana, dengan implikasi bagi kita secara lokal dan global,” kata Dr. Arwyn Edwards, dari Universitas Aberystwyth di Wales, dan bagian dari tim studi, dikutip dari The Guardian.

“Massa mikroba yang dilepaskan sangat besar bahkan dengan pemanasan sedang. Kami tidak memiliki cukup data untuk memahami nilai dan ancaman organisme-organisme ini. Saya rutin menerima pertanyaan tentang apakah akan ada patogen kiamat yang mencair dari gletser. Saya pikir itu risiko yang sangat kecil, tetapi bukan berarti risikonya nol, jadi kita perlu melakukan penilaian risiko terhadap mikroba-mikroba ini,” paparnya.

Hingga saat ini, sangat sedikit yang diketahui tentang ribuan spesies mikroba yang menghuni permukaan es. Hampir 1.000 spesies baru terungkap di gletser Tibet pada bulan Juni.

Sebuah konsorsium peneliti, Vanishing Glaciers Project (VGP), sedang melakukan ekspedisi di seluruh dunia untuk mengumpulkan sampel dan menilai keanekaragaman hayati ini. Profesor Tom Battin, di Institut Teknologi Federal Swiss Lausanne dan bagian dari VGP, mengatakan orang-orang tidak perlu khawatir tentang patogen yang muncul dari es.

Penelitian ini menemukan bahwa ratusan ribu ton mikroba akan dilepaskan setiap tahun dalam semua skenario pemanasan global di masa depan. Bakteri dan alga biasanya mengandung pigmen untuk melindungi diri dari kerusakan akibat sinar matahari. Namun, pigmen gelap ini menyerap sinar matahari, menambah pemanasan dan mempercepat kerusakan habitat es mereka. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Gempa M5,6 Mengguncang Pula...

Aparataur Negara Harus Memberi Teladan yang Baik

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Aparataur Negara Harus Memb...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.