BPS: Harga Cabai Merah Oktober 2025 Lampaui Harga Acuan Penjualan
📅 Selasa, 14 Okt 2025, 15:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Freepik
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga cabai merah terus meningkat pada pekan kedua Oktober 2025. Secara nasional, harga rata-rata cabai merah melampaui batas atas Harga Acuan Penjualan (HAP).
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, harga cabai merah naik 7,95 persen dibanding bulan September 2025. Harga rata-rata nasional cabai merah, kini mencapai Rp56.911 per kilogram.
"Batas bawah HAP cabai merah ditetapkan Rp37 ribu per kilogram, sedangkan batas atasnya Rp55 ribu. Cabai merah secara nasional rata-rata harganya di pekan (14:10) ke-2 Oktober 2025 sudah di atas HAP," kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (13/10).
BPS pun melaporkan, sebanyak 249 kabupaten dan kota mengalami kenaikan harga cabai merah. Kenaikan tersebut, mencakup sekitar 69,17 persen wilayah Indonesia.
"Harga tertinggi cabai merah terjadi di Kabupaten Nduga yang mencapai Rp200 ribu per kilogram. Sementara harga terendah tercatat Rp23.750 per kilogram di beberapa daerah lain," ucap Amalia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengajak masyarakat menanam cabai merah di lingkungan masing-masing. Ia mengatakan, langkah sederhana ini bisa membantu menekan harga cabai yang terus naik.
Menurut Tito, cabai merah sangat mudah ditanam di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman ini bahkan bisa tumbuh di pot atau polibek di rumah dan gang sempit.
"Yang dulu pernah kami sampaikan, sebetulnya kalau dilakukan gerakan menanam cabai merah di komunitas masing-masing. Banyak contoh sekedar daerah-daerah yang melakukan itu," kata Mendagri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa daerah seperti Surabaya, Makassar, dan Jakarta sudah mempraktikkan gerakan menanam cabai. Hasilnya, warga bisa memanen sendiri dan tidak terlalu bergantung pada pasokan pasar.
Tito menilai gerakan menanam cabai dapat membantu mengatasi masalah inflasi pangan. Ia juga mendorong kepala daerah menggerakkan masyarakat agar ikut menanam di lahan yang ada.
"Daerah seperti Puncak Jaya, Nduga, dan Mapi yang memiliki tanah subur. Hasilnya bisa signifikan bagi ketahanan pangan lokal," ucap Mendagri. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!