Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sumardji Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik 3 Kartu Merah Timnas Indonesia vs Irak

📅 Senin, 13 Okt 2025, 21:56 WIB | Oleh:
Sumardji Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik 3 Kartu Merah Timnas Indonesia vs Irak Doc: ANTARA/Rauf Adipati
Ket. Manajer Tim Nasional, Sumardji, menjawab pertanyaan pewarta di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (2/10).

JAKARTA - Manajer timnas Indonesia Sumardji meluruskan kabar soal tiga kartu merah yang diterima tim Garuda usai laga kontra Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia menegaskan, hanya dirinya dan Thom Haye yang mendapat kartu merah, sementara Shayne Pattynama tidak. Bahkan, Sumardji mengaku sempat mendorong tangan wasit untuk mencegah Shayne dijatuhi hukuman serupa.

Di pertandingan Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran keempat itu, Indonesia mendapatkan tiga kartu merah setelah pertandingan selesai. Kartu merah ini didapatkan Thom Haye, Shayne Pattynama, dan juga Sumardji karena protes keras.

Namun, saat mendarat di Indonesia, Senin, Sumardji meluruskan bahwa yang mendapatkan kartu merah hanya dirinya dan Thom, sementara Shayne tidak.

"Faktanya setelah saya baca yang di kartu merah saya sama Thom, Shayne enggak. Jadi bukan tiga yang di kartu merah, yang di kartu merah dua. Saya tanda tangan, itu satu hasil Matchcom, itu satu yang kartu merah saya, yang kedua Thom. Shayne Pattynama enggak," kata Sumardji.

Saat menjelaskan mengapa Thom, dan juga Shayne yang berada di bangku cadangan sampai dikartu merah padahal waktu sudah selesai, Sumardji menjelaskan itu karena wasit Ma Ning dinilai membuat kontroversial di menit-menit akhir, salah satunya dengan insiden Kevin Diks.

"Ketika wasit meniup peluit itu harusnya menguntungkan timnas Merah Putih. Tetapi faktanya tidak, baik pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Irak ke oleh dan juga Kevin Diks. Ada tiga catatan di kami dan menurut saya itu sebenarnya keberuntungan buat Timnas Indonesia. Faktanya tidak. Itulah yang membuat di bench para pemain itu panas sehingga semuanya ke depan," jelas Sumardji.

"Nah, ketika terakhir, begitu peluit selesai, wasit berada di tengah-tengah mau masuk ke locker room. Shayne Pattynama itu mendekati wasit protes marah. Akhirnya wasit mengejar Shayne, begitu mau ngasih kartu merah, langsung tangannya saya dorong supaya tidak jadi, saya proteslah supaya kartu merahnya jangan ke Shayne, biar ke saya aja," tambah dia.

Sumardji kemudian ditanya apakah dirinya masih bisa mendampingi tim pada pertandingan internasional bulan November nanti. Menjawab hal ini, ia mengatakan, "Ya, belum tahu. Nanti kan pasti ada keputusan apakah saya boleh mendampingi. Biasanya satu kali, kayak kemarin waktu saya bareng juga kena satu kali".

Terkait kontroversial wasit di pertandingan melawan Irak, Sumardji mengatakan pihaknya tak akan melakukan protes karena menurut dia semuanya sudah tak ada gunanya.

"Sudah lah percuma juga, semua sudah selesai. Paitnya kita telan dan itu bentuk protes kami bahwa jangan merendahkan kami," tutup dia,

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.