Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD: Sebanyak 15 Kelurahan di Cilacap Terendam Banjir

📅 Senin, 13 Okt 2025, 15:06 WIB | Oleh:
BPBD: Sebanyak 15 Kelurahan di Cilacap Terendam Banjir Doc: BPBD Cilacap

CILACAP - Sebanyak 15 kelurahan di tiga kecamatan, di Kota Cilacap, Jawa Tengah terendam banjir. Pernyataan ini, diungkapkan oleh BPBD Kabupaten Cilacap.

"Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Cilacap sejak Minggu (12/10) malam hingga Senin dini hari menyebabkan banjir. Merendam sedikitnya 15 kelurahan di tiga kecamatan," kata Kepala BPBD Cilacap, Taryo, dalam keterangannya, Senin (13/10).

Taryo mengatakan, banjir tersebut menyebabkan tanggul Kali Yasa jebol. Serta, membuat saluran irigasi porak-poranda akibat tidak mampu menampung debit air.

"Air sungai yang meluap membuat sejumlah permukiman dan fasilitas umum terendam. Dengan tinggi muka air (TMA) antara 20–50 sentimeter," ucap Taryo.

Berikut wilayah yang terdampak banjir di Cilacap, mencakup Kecamatan Cilacap Selatan: Kelurahan Cilacap, Tegalkamulyan, Sidakaya, Tambakreja, dan Tegalreja.

Kecamatan Cilacap Tengah: Kelurahan Donan, Lomanis, Sidanegara, dan Gunungsimping.

Kecamatan Cilacap Utara: Kelurahan Gumilir, Karangtalun, Mertasinga, Tritih Kulon, dan Kebonmanis. Kecamatan Jeruklegi: Kelurahan Tritih Wetan.

BPBD juga mencatat satu titik tanggul jebol di Kali Yasa, tepatnya di RT 05 RW 02 Bandengan. Yakni, dengan panjang 25 meter dan tinggi dua meter.

Data sementara, mencatat 65.094 rumah warga terdampak banjir, sementara fasilitas umum yang ikut terendam meliputi dua masjid. Serta, 361 unit sekolah di tiga kecamatan (Cilacap Selatan, Tengah, dan Utara).

Meski banjir meluas, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. BPBD memastikan hingga kini situasi terkendali meskipun sebagian wilayah masih tergenang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Cilacap, Budi Setiawan mengatakan, jika ada sejumlah warga yang mengungsi.

"Sedikitnya 307 warga mengungsi ke sejumlah lokasi aman," kata Budi.

Ratusan pengungsi itu, mengungsi di antaranya di Masjid Al Mubarok, Masjid Al-Manar, Masjid Abu Bakar Shidiq. Lalu, di Balai RT Semangka.

Sebagian besar pengungsi adalah perempuan dan anak-anak, serta beberapa balita dan ibu hamil. Data kelompok rentan masih terus diperbarui oleh petugas lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.