Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Kekeringan Ekstrem di Buleleng Bali, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 08:30 WIB | Oleh:
Waspada Kekeringan Ekstrem di Buleleng Bali, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Doc: BMKG
Ket. Stasiun Klimatologi Bali BMKG memetakan wilayah Tejakula, Kabupaten Buleleng mengalami kekeringan ekstrem karena tidak turun hujan lebih dari 60 hari.

DENPASAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Bali menerbitkan peringatan dini potensi kekeringan ekstrem di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Kepala Stasiun Klimatologi Bali Aminudin Ar Roniri dikonfirmasi di Denpasar, Sabtu (11/10), menjelaskan potensi kekeringan ekstrem diproyeksikan tidak akan meluas karena diperkirakan Desember 2025 sudah akan memasuki awal musim hujan.

Stasiun Klimatologi Bali yang berdiri di Kabupaten Jembrana, Bali Barat memetakan wilayah Kecamatan Tejakula di Kabupaten Buleleng masuk status awas kekeringan karena tidak turun hujan lebih dari 60 hari berdasarkan pengamatan terbaru pada Jumat (10/10).

Kategori awas juga berarti prakiraan probabilitas curah hujan kurang dari 20 milimeter per dasarian dengan peluang di atas 70 persen dan nilai indeks curah hujan paling tinggi minus 2.

Wilayah Tejakula diperkirakan mengalami kekeringan meteorologis, yakni kondisi kering pada waktu periode tertentu yang disebabkan karena berkurangnya curah hujan dan atau musim kemarau yang panjang.

Sedangkan wilayah yang memasuki kategori siaga kekeringan yakni di Kecamatan Kubu di Kabupaten Karangasem.

Wilayah dengan kategori siaga kekeringan menandakan prakiraan probabilitas curah hujan kurang dari 20 milimeter per dasarian dengan peluang di atas 70 persen dan nilai indeks curah hujan paling tinggi minus 1,50 hingga minus 1,99.

Aminudin menambahkan, diperkirakan pada Desember 2025 sebagian besar wilayah di Bali memasuki musim hujan termasuk Buleleng dan Karangasem.

“Sebelum masuk musim hujan tentu akan didahului dengan hujan ringan sampai sedang sebagai pertanda akan masuk musim hujan,” katanya.

Sebelumnya, BMKG memperkirakan puncak musim hujan di Bali diperkirakan pada Januari-Februari 2026.

Sebanyak 55 persen dari 20 zona musim di Bali memasuki puncak musim hujan pada Februari 2026.

Sedangkan sisanya 45 persen atau sembilan zona musim di Bali memasuki puncak musim hujan pada Januari 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Ratas Pendidikan Gratis

1 jam lalu | Ones

Nasional
Ratas Pendidikan Gratis
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.