Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Manfaat Akupresur untuk Ibu Menyusui: Ilmu Timur yang Didukung Kebutuhan Modern

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ini bisa menjadi solusi nyata di wilayah yang kekurangan tenaga kesehatan. Asuhan mandiri akupresur membuka akses pelayanan kesehatan yang lebih merata.

Lebih jauh, manfaat akupresur tidak berhenti pada peningkatan produksi ASI. Stimulasi yang tepat juga membantu memperlancar aliran darah dan meningkatkan kerja kelenjar hipofisis untuk memproduksi hormon-hormon yang terlibat dalam menyusui.

Begitupun Dr Christina Simadibrata, MKes, SpAk, SubSpAk-AA(K) yang senada menjelaskan bahwa teknik akupresur juga berperan dalam mengurangi stres, yang sering kali menjadi penyebab utama berkurangnya produksi ASI.

Tekanan ringan pada titik-titik tertentu merangsang sistem saraf untuk melepaskan endorfin dan menciptakan relaksasi. Ketika ibu lebih tenang, proses menyusui menjadi lebih alami.

Pendekatan ini semakin relevan jika melihat konteks stunting di Indonesia. Meski angka nasional telah turun menjadi 19,8 persen, sesuai target WHO ketimpangan antarwilayah masih mencolok.

Di Kota Depok, misalnya, prevalensi stunting masih tercatat 3,24 persen, sementara cakupan ASI eksklusif baru mencapai 75 persen.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa pemberian ASI belum optimal di banyak daerah, dan pendekatan inovatif, seperti akupresur, bisa menjadi bagian dari solusi.

Lebih dari sekadar metode, akupresur juga mencerminkan filosofi penting dalam dunia kesehatan: memberdayakan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi.


Praktik langsung

Dalam sebuah seminar dan workshop bertema “Asuhan Mandiri Akupresur untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Balita Stunting” yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Akupunktur Medik FKUI, belum lama ini, para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung teknik akupresur.

Mereka, mulai dari kader kesehatan, hingga tenaga gizi puskesmas, belajar bagaimana tekanan ringan di titik-titik tubuh tertentu dapat membantu seorang ibu memberi kehidupan yang lebih sehat bagi bayinya.

Antusiasme peserta menunjukkan satu hal, yaitu pendekatan kesehatan yang melibatkan masyarakat memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada sekadar program dari atas.

Ketika seorang ibu tahu bahwa ia memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi ASI sendiri, ia tidak hanya mendapatkan solusi praktis, tetapi juga kekuatan psikologis. Dan ketika kader kesehatan di sebuah desa atau wilayah mampu mengajarkan teknik itu kepada ibu-ibu lain, efeknya menjadi berlipat ganda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.