Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pajak Kendaraan di Sumut Bakal Dirombak Total, Ini Rencana Mengejutkan Bobby Nasution

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Pajak Kendaraan di Sumut Bakal Dirombak Total, Ini Rencana Mengejutkan Bobby Nasution Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Sumut.
Ket. Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI Agus Fatoni (kiri) menyerahkan piagam Apresiasi atas Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Semester I Tahun 2026 kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kanan) di Kantor Gubernur Sumut, Senin (31/8).

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mempertimbangkan penyesuaian tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) berbasis daerah guna mendorong pemerataan pendapatan di seluruh wilayahnya, Senin (31/8).

Pertimbangan ini berdasarkan pada penerapan kebijakan opsen (tambahan pungutan pajak yang dibayar bersamaan dengan pajak pokoknya) dari PKB, sehingga penerimaan pajak kendaraan langsung dialokasikan kepada kabupaten/kota se-Sumut sesuai potensi masing-masing wilayah.

"Tentunya yang paling banyak itu Kota Medan, dan Kabupaten Deli Serdang. Dengan kebijakan opsen, penerimaan langsung masuk kabupaten/kota," ujar Bobby usai membuka rapat koordinasi optimalisasi pendapatan asli daerah dan penyaluran dana bagi hasil (DBH) pajak provinsi kepada kabupaten/kota se-Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumut, Senin.

Gubernur menjelaskan, kebijakan opsen atau tambahan persentase dari penerimaan pajak kepada kabupaten/kota se-Sumut ini merupakan langkah nyata guna mendukung pembangunan daerah.

Namun, dari sisi kuantitas terdapat perbedaan potensi penerimaan antara daerah yang memiliki jumlah kendaraan banyak, dan daerah yang memiliki jumlah kendaraan lebih sedikit.

"Kalau dahulu dibagi ke daerah lain, tetapi sekarang itu sesuai jumlahnya. Makanya bagaimana jika di daerah tertentu untuk kendaraan itu, pajaknya kita rendahkan. Sehingga tidak semua orang membeli mobil ke Medan, misalnya,“ kata Bobby.

Menurut Bobby, penyesuaian nilai PKB di daerah tertentu ini dapat menjadi salah satu opsi untuk mendorong agar masyarakat Sumut membeli atau mendaftarkan kendaraannya di daerah tersebut.

"Dengan demikian, potensi penerimaan dari sektor pajak kendaraan dapat lebih merata antardaerah," kata dia.

Gubernur juga mengapresiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), khususnya Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah karena terus memberikan bimbingan peningkatan pelayanan masyarakat dan penerimaan daerah.

Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumut hingga Agustus 2026, tercatat, realisasi penerimaan mencapai 55,41 persen atau sekitar Rp3,86 triliun dari target sebesar Rp6,96 triliun.

"Sampai Agustus, memang capaiannya cukup bagus. Tapi kalau dihitung bulan ini, nampaknya harus dipacu lagi agar bisa kita capai 100 persen hingga akhir tahun," kata Bobby.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI Agus Fatoni mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut yang menginisiasi rapat koordinasi ini.

Menurutnya, peningkatan PAD di Sumatera Utara merupakan suatu prestasi karena masih terdapat sejumlah potensi penerimaan lain bisa yang dioptimalkan.

Di antaranya dana transfer pusat, BUMD, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD), tanggung jawab sosial perusahaan hingga alokasi anggaran kementerian/lembaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Nasional
Asosiasi Ojol Tolak Status ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.