Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Raih Nobel Perdamaian 2025, Machado Persembahkan untuk Rakyat Venezuela dan Trump

📅 Sabtu, 11 Okt 2025, 09:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Raih Nobel Perdamaian 2025, Machado Persembahkan untuk Rakyat Venezuela dan Trump Doc: CBC
Ket. Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, pada sebuah protes di Caracas, Venezuela, pada 9 Januari 2025.

OSLO - Hadiah Nobel Perdamaian dianugerahkan pada hari Jumat (10/10) kepada pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado, yang mendedikasikan penghargaan tersebut kepada rakyat Venezuela, dan Presiden AS Donald Trump.

Machado, aktivis demokrasi yang memimpin kampanye untuk mengakhiri pemerintahan otoriter Presiden Nicolas Maduro dalam pemilu tahun lalu, telah menjadi tokoh "pemersatu" di Venezuela, kata juri. 

Dia menolak untuk pergi meskipun ada ancaman terhadap nyawanya.

Ia mendedikasikan penghargaannya untuk "rakyat Venezuela yang menderita" dan, dalam yang mengejutkan, untuk Trump, yang telah lama mendambakan hadiah nobel, dengan menyebut "dukungan tegasnya terhadap perjuangan kami".

"Kami lebih dari sebelumnya mengandalkan Presiden Trump," tulisnya di X, sebulan setelah pengerahan militer besar-besaran AS di dekat pantai Venezuela dan kampanye serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba.

Machado, 58, mengatakan kepada direktur Institut Nobel Kristian Berg Harpviken, yang meneleponnya dengan berita tentang hadiahnya, dia yakin akan terjadinya transisi damai menuju demokrasi di Venezuela.

"Saya yakin kita akan menang," katanya dalam panggilan telepon tersebut, yang direkam dan diunggah ke X.

Insinyur terlatih yang bersembunyi selama setahun terakhir adalah "salah satu contoh keberanian warga sipil yang paling luar biasa di Amerika Latin saat ini", kata ketua Komite Nobel Jorgen Watne Frydnes.

Tokoh oposisi Venezuela, Edmundo Gonzalez Urrutia, yang tinggal di pengasingan di Spanyol, memuji kemenangannya sebagai "pengakuan yang layak atas perjuangan panjang seorang wanita dan seluruh rakyat demi kebebasan dan demokrasi".

Namun, di Venezuela, beberapa orang secara terbuka mengkritik penghargaan tersebut.

"Wanita itu tidak melakukan apa pun untuk perdamaian di Venezuela," gerutu Pedro Gonzalez, seorang pensiunan berusia 68 tahun di Caracas.

"Yang dilakukannya hanyalah menyerukan protes, menyerukan kerusuhan, dan segala macam hal semacam itu."

Duta Besar Venezuela untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bercanda bahwa Machado tidak lebih memenuhi syarat untuk memenangkan Nobel Perdamaian daripada Nobel Fisika .

Namun di Argentina, rumah bagi jutaan warga Venezuela yang melarikan diri dari krisis ekonomi di bawah pemerintahan Maduro, ada perayaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
Warga memanfaatkan air send...
Megapolitan
Hilang Kendali, Sebuah Taks...

Tradisi Sembahyang Rebutan di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Tradisi Sembahyang Rebutan ...

Inflasi bulan Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Inflasi bulan Agustus 2026
Megapolitan
Pemkab Bogor Masih Diubek-u...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.