Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Pramono Puji NU dan DLH, Sebut Kerja Sama Sampah Bisa Ubah ‘Beban Jadi Harta Karun’

📅 Jumat, 10 Okt 2025, 14:15 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono Puji NU dan DLH, Sebut Kerja Sama Sampah Bisa Ubah ‘Beban Jadi Harta Karun’ Doc: Istimewa

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dalam bidang pengelolaan sampah dan pengembangan urban farming. Bentuk kerja sama ini diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Balai Kota Jakarta pada Jumat (10/10).

“Saya sangat gembira karena penandatanganan MoU ini melahirkan kolaborasi yang membawa manfaat besar bagi warga NU dan masyarakat Jakarta,” ujar Pramono.

Ia menilai langkah ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas keagamaan dalam menghadapi tantangan lingkungan perkotaan. Pramono juga menyebut bahwa kolaborasi tersebut dapat memperkuat pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Ibu Kota.

Menurut Pramono, persoalan sampah hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi Jakarta. Setiap hari, volume sampah di Ibu Kota mencapai 7.700 hingga 8.000 ton dengan total timbunan mencapai 55 juta ton di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

“Kalau 10 persen saja dari total sampah itu bisa ditangani lewat kerja sama ini, dampaknya akan luar biasa,” ungkapnya.

Gubernur Pramono menegaskan bahwa langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang sedang menyiapkan Peraturan Presiden tentang Waste to Energy atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Ia menyebut aturan ini akan membuka peluang besar bagi Pemprov DKI untuk mengembangkan lebih banyak proyek PLTSa di masa depan.

“Sampah yang dulu dianggap beban, sebentar lagi bisa menjadi harta karun. Jika Jakarta memiliki empat PLTSa dengan kapasitas total sekitar 150 MW, manfaatnya akan sangat besar dalam mengatasi polusi dan mengurangi volume sampah,” jelasnya.

Selain itu, Pramono mengungkapkan bahwa pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan dan gerakan memilah sampah dari rumah sebesar 10 persen akan menjadi kunci pengurangan volume sampah secara signifikan. Ia menyebut keberhasilan serupa telah terjadi di kota besar seperti Beijing dan Shanghai yang kini memanfaatkan sampah sebagai sumber energi.

“Dulu kondisi mereka mirip seperti kita. Sekarang justru kekurangan sampah karena digunakan untuk PLTSa. Polusinya pun jauh berkurang,” katanya.

Gubernur Pramono menilai kolaborasi antara PWNU dan DLH bisa menjadi model baru dalam membangun kemitraan antara pemerintah dan organisasi keagamaan. Ia optimistis kerja sama ini akan memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan serta lapangan kerja hijau.

“Program ini juga bisa diterapkan di pondok pesantren, majelis taklim, dan berbagai komunitas lainnya di Jakarta. Semoga gerakan ini menular ke seluruh wilayah Jakarta dan memperkuat pendekatan berbasis komunitas untuk menggerakkan warga demi keberlanjutan kota,” tutur Pramono.

Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani persoalan lingkungan yang kompleks di Ibu Kota. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan organisasi sosial-keagamaan menjadi faktor penting untuk menciptakan Jakarta yang lebih bersih dan sehat.

Kerja sama PWNU dan DLH ini juga membuka peluang bagi warga untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengelolaan sampah terpadu dan urban farming. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah serta mengubah pola pikir bahwa sampah bisa bernilai ekonomi tinggi.

Dengan adanya sinergi ini, Pemprov DKI berharap dapat mempercepat transformasi Jakarta menuju kota berketahanan lingkungan. Inovasi dalam pengelolaan sampah menjadi langkah penting agar Jakarta tidak lagi bergantung sepenuhnya pada TPST Bantargebang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.