Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Tanjungpinang Usulkan Tujuh Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 12:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Tanjungpinang Usulkan Tujuh Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Doc: ANTARA
Ket. Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah.

TANJUNGPINANG – Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di tujuh lokasi pesisir kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan tujuh lokasi yang diusulkan itu, antara lain Sei Nyirih, Kampung Madong, Tanjung Sebaok, Tanjung Unggat, Kampung Bugis, Sei Jang, dan Kampung Kelam Pagi.

"Setiap kawasan memiliki karakter berbeda, mulai dari potensi perikanan tangkap, budi dayaair laut dan air tawar, hingga daya tarik wisata bahari dan kuliner pesisir, seperti gonggong dan ketam," kata Lis di Tanjungpinang, Kamis (09/10).

Lis menjelaskan potensi sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata bahari di Tanjungpinang sangat besar dan perlu dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Menurutnya, pengembangan kawasan pesisir melalui kampung nelayan modern yang memadukan perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil laut, dan wisata bahari, dengan pendekatan berbasis konservasi sesuai kebijakan ekonomi biru itu diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan.

Selain itu, kata Lis, pengembangan KNMP mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto Koperasi Merah Putih sebagai wadah penguatan ekonomi nelayan agar mereka dapat mengelola produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil laut secara mandiri dan berkelanjutan.

“Semoga langkah ini menjadi awal bagi terwujudnya kampung nelayan yang modern, produktif, dan mampu meningkatkan kemandirian sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir di Tanjungpinang,” ucap Lis.

Sementara itu data Dinas Perikanan, Pangan, dan Pertanian Tanjungpinang mencatat jumlah nelayan tangkap di pusat Ibu Kota Provinsi Kepri itu mencapai 1.624 rumah tangga perikanan dengan total produksi 3.610 ton per tahun.

Mayoritas armada tangkap berukuran di bawah lima GT, sementara produksi sektor budi daya air laut dan air tawar mencapai 186 ton per tahun.

Sektor pengolahan hasil perikanan melibatkan 245 pelaku usaha dengan total produksi 306 ton per tahun. Produk yang dihasilkan, antara lain ikan segar, olahan beku, pindang, kerupuk, dan kuliner khas pesisir lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.