Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesempatan Emas! Pemerintah Akan Buka 100 Ribu Kuota Magang dengan Gaji

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kesempatan Emas! Pemerintah Akan Buka 100 Ribu Kuota Magang dengan Gaji Doc: Antara
Ket. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu menyampaikan paparan, di Jakarta, Kamis (9/10).

Jakarta - Pemerintah membuka peluang untuk menambah hingga 100 ribu lowongan program magang nasional bergaji sebagai bagian dari upaya mempercepat penyerapan angkatan kerja muda atau lulusan perguruan tinggi (fresh graduate) di Indonesia.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, rencana penambahan target pemagang itu akan diputuskan setelah evaluasi pelaksanaan tahap pertama program magang nasional rampung. Apabila program magang tahap pertama cepat terpenuhi hingga 20 ribu peserta, pemerintah akan segera membuka tahap lanjutan.

"Nanti kita akan evaluasi kalau memang ini cepat dipenuhi. Kita evaluasi apakah kita bisa tambah. Jadi kita juga sudah sebenarnya menyiapkan (tambahan target) sekitar sampai 100 ribu (pemagang), tapi kita evaluasi dulu yang 20 ribunya. Begitu nanti kita lihat evaluasinya baik, kalau ada yang perlu diperbaiki kita perbaiki dulu," kata Febrio, di Jakarta, Kamis.

Febrio menjelaskan, program magang nasional lahir sebagai salah satu stimulus ekonomi guna menghadapi tingginya tingkat pengangguran muda.

Selama menjalani program magang, peserta magang akan digaji setara upah minimum provinsi (UMP) di wilayah masing-masing. Namun, perusahaan dapat memberikan upah di atas UMP bila menghendaki.

Menurut Febrio, program ini diperlukan mengingat pemerintah mencatat adanya tambahan sekitar 3,5 juta angkatan kerja baru setiap tahun yang berasal dari penduduk baru dan lulusan perguruan tinggi.

Dengan adanya program magang nasional, diharapkan semakin banyak dari jumlah tersebut bisa terserap di sektor formal.

“Walaupun sektor informal tidak selalu buruk. Banyak juga yang sektor informal, seperti gig economy itu cenderung informal tapi malah lebih fleksibel dan menghasilkan penghasilan yang menarik,” ujarnya.

Adapun program magang nasional merupakan bagian dari kebijakan Paket Ekonomi “8+4+5” 2025 yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Tahap pertama menyasar 20 ribu lulusan baru perguruan tinggi yang lulus dalam satu tahun terakhir. Mereka akan mengikuti magang selama enam bulan.

Pendaftaran penyelenggara pemagangan dan lowongan berlangsung pada 1-7 Oktober 2025.

Selanjutnya, pendaftaran peserta dan pemilihan lowongan pada 7-12 Oktober, seleksi oleh perusahaan 13-14 Oktober, dan pengumuman peserta oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada 15 Oktober.

Program pemagangan dijadwalkan berlangsung hingga 15 April 2026.

Seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui platform SIAPKerja di situs maganghub.kemnaker.go.id. Data peserta yang memenuhi syarat akan dipadankan dengan data dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.