Kebutuhan MBG Diharapkan Disuplai dari Desa
📅 Kamis, 09 Okt 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim PenulisPresiden Prabowo Subianto pun telah menugaskan sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait untuk memperkuat tata kelola BGN sebagai respons atas insiden keracunan menu MBG sebelumnya terjadi di sejumlah daerah.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa data terkait dugaan kasus keracunan dalam program MBG akan dibuka untuk publik melalui BGN. Data tersebut telah dikumpulkan oleh Kemenkes secara harian melalui jaringan Puskesmas di seluruh Indonesia dan sudah disampaikan kepada BGN untuk proses verifikasi lebih lanjut. “Sudah ada datanya, sudah kami share kepada BGN. Nanti yang mengeluarkan BGN,” ujar Budi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan bahwa laporan yang diterima berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah-sekolah, yang telah terhubung dengan sistem pelaporan di puskesmas. “Sekarang tinggal dicocokkin SPPG-nya, SPPG yang mana. Kami dapatnya di puskesmasnya, kemudian kita sudah link ke sekolahnya karena kita screening SPPGnya dan ini memang utamanya di BGN,” ujarnya.
Hingga pertengahan September 2025, Kemenkes melaporkan sedikitnya 60 kasus dengan 5.207 penderita dari insiden keracunan menu MBG. Sementara, BPOM mencatat 55 kasus dengan 5.320 penderita. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus keracunan MBG terbanyak. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!